Taman Safari Prigen, Destinasi Menarik yang Wajib di Kunjungi


Taman safari merupakan tempat wisata yang rekomended sebagai destinasi menarik bagi keluarga. Selain itu bisa mengenalkan aneka satwa yang ada disana kepada buah hati kita yang masih dalam usia balita. Nah, sekali dayung dua pulau terlampaui, ibarat peribahasa seperti itu. Sambil refreshing sekaligus mengenalkan aneka satwa secara nyata ke anak. Pasti  seru !



Sebenarnya, pergi ke Taman Safari Prigen ini pas long Weekand diajak suami di akhir Oktober bulan lalu. 28-30 Oktober 2020. Baru kelar nulis kali ini. Yang sebenarnya sudah nyicil nulis di blog namun saya save di draft. Hhi


Kenapa, ke Taman Safari Prigen ?

Taman Safari Prigen ini merupakan taman safari terbesar yang ada di Indonesia . Terletak di Pasuruhan, Jawa Timur yang mana dua diantaranya taman safari terbesar di Indonesia ada di Bali dan Bogor. Taman safari yang masih cukup bisa dijangkau ini menjadi tujuan kedua kami setelah November 2019 melakukan destinasi di WBL yaitu Wisata Bahari Lamongan. Apalagi untuk lokasi taman safari ini dekat dengan lereng gunung arjuna, jadi hal menarik untuk dinikmati pemandangannya. Sayang jika keindahannya kita abaikan. Bisa dibuktikan ya, dengan berkunjung ke taman safari Prigen ini.

Taman Safari Prigen ini juga dikenal sebagai tempat penangkaran aneka satwa yang ada di dunia, yang memiliki luas sekitar 350ha. Nah,  kelebihan lain dari tempat wisata ini  memiliki konsep taman safari ala-ala Afrika. Tidak heran jika taman safari ini juga terbesar se-Asia hlo.  Wah, serasa benar-benar berada di hutan pastinya. Saat masuk di area penangkaran, sayapun merasa begitu. Terpesona dengan konsep yang diusung. Mungkin hal ini juga yang membuat para pengunjung tetap banyak walau di musim pandemi seperti ini. 

Melihat dari jarak beberapa meter saja membuat kami terpesona dengan aneka satwa yang ada di sana. Mereka berkembang biak dengan baik. Bahkan usia satwa disana bisa mencapai 42-44 tahun hlo. Benar-benar terjamin ya dari segi makan, minum dan fasilitas kesehatannya. Tak heran jika dokter hewan disana  selalu standby 24jam.  Masha Allah, baru kali ini saya dan keluarga menikmati tempat wisata sekaligus tempat penangkaran hewan yang benar-benar terawat dengan baik. 
Aneka satwa yang ada disana berasal dari belahan dunia. Sehingga tidak perlu jauh-jauh pergi keliling dunia untuk melihat aneka satwa khas yang ada di lima benua. Keren Khan ? Aneka satwa yang ada disana berasal dari benua Asia,Afrika,Eropa, Amerika dan Australia. 

Melihat Aneka Satwa Naik Bus Keliling

Saat naik bus keliling di taman safari prigen


Semua satwa yang ada di taman safari ini tidak dikandang. Pada saat mengunjungi mereka, disarankan memakai kendaraan pribadi yang sehat. Ada anjuran yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Diantaranya, tidak boleh membuka jendela mobil dan memberi makan hewan secara langsung pada hewan yang sensitif terutama memberi makan ke hewan karnivora. Karena hewan ini sangat sensitif.

Kami lebih senang dan sangat menikmati ketika berkeliling mengunjungi aneka hewan dengan naik bus keliling. Dipandu oleh sopir sekaligus tour guide yang memberikan penjelasan satu per satu dengan detail. Hal ini memberikan kemudahan kita mendapatkan dan menerima informasi terkait aneka satwa disana dengan baik. Walau di tiap satwa ada papan keterangan nama hewan, jika dipandu tour guide kita dikasih tahu informasi typikal masing-masing hewan secara jelas. 

Dari nama masing-masing hewan saja, tour guidenya hafal hlo. Kita tinggal duduk sambil menikmati keindahan bentuk fisik mereka dari kejauhan. Masha Allah.


Tiket Masuk Ke Taman Safari Prigen

Perjalanan kami mulai pada pukul  05.00 di hari Rabu (28/11/2020). Satu rombongan yang berisi 10 orang dengan naik mobil berwarna putih. Sampai di lokasi, tempat wisata belum dibuka. Karena jam buka memang pukul 09.00 sedangkan kami tiba disana jarum jam menunjukkan pukul 08.00. Cukup lama memang, saat menunggu dibuka. Daripada berangkat dari rumah agak siang dan macet dijalan sehingga tidak bisa menikmati liburan dengan baik. Intinya biar nggak capek dijalan .



Saat loket antrian masuk dibuka, Masha Allah berderet mobil keluarga memenuhi jalan masuk loket 1,2 dan 3.  Mobil kami yang berada ditengah harus bersabar untuk sampai depan dan mendapat giliran di cek loket online yang kami beli via app Traveloka. 



Per orang dikenakan biaya masuk loket sebesar Rp 100000 yang diberlakukan untuk anak usia 1th ke atas.  Ada tiket badak, rusa dan tiket gajah. Untuk detailnya bisa di cek di website taman safari Prigen ini. 

Kebetulan kami mendapatkan tiket rusa waktu itu. Wahana didalamnya juga macam-macam.  Waktu itu saya, suami dan anak terpisah dengan rombongan satunya. Demi menikmati atraksi gajah yang cerdas. Dilanjut dengan melihat atraksi empat anjing yang lucu dan menggemaskan. Sempat juga saya abadikan moment atraksi mereka berupa video agar nantinya bisa kami nikmati di rumah mengisi tontonan edukasi anak. 

Karena content yang disampaikan diatraksi memang mengarahkan kita semua untuk mencintai binatang, melindungi hewan dan menjaga alam. Supaya tidak ada pemburu liar yang merusak hutan untuk dijadikan perkebunan. Itu sih inti yang saya tangkap saat atraksi gajah berlangsung. 

Diakhir sesi, petugas menawarkan untuk pengunjung yang ingin berfoto bersama gajah dengan membayar seikhlasnya yang mana sudah disediakan kotak untuk menaruh duit didalmnya. Uang itu akan digunakan untuk memberi makan aneka satwa disana dan sebagai dana pemeliharaan taman safari tersebut. 

Wajar Nggak Sih, Tiket Masuk ke Taman Safari Sebanding Dengan Service yang Diberikan ? 

Urusan ini menurutku sangat wajar. Apalagi dimusim pandemi seperti ini, banyak tempat wisata yang ditutup. Sedangkan didalamnya hidup aneka satwa yang harus tetap hidup dan bertahan untuk bisa makan dsb. Disamping itu para petugas yang juga bekerja untuk mendapatkan sumber penghasilan dari sana, jika tempat penangkaran hewan ditutup nasib mereka bagaimana ?

Berdampak banget memang, pandemi covid yang menimpa negara Indonesia. Terutama di bidang ekonomi. 

Belajar Mencintai Alam dengan Berkunjung Ke Taman Safari 



Dari waktu kecil sampai sudah menjadi ibu-ibu, saya baru faham dan sadar bahwa dengan berkunjung ke taman safari bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. 

Allah menciptakan makhluk hidup dengan beraneka ragam satwa yang elok  di dunia merupakan tugas kita sebagai manusia khususnya, untuk menjaga dan melindungi mereka. 


Hal ini muncul saat saya berada di dalam bus yang disopiri oleh tour guide. Saat menjelaskan satu per satu nama hewan, kondisi hewan dan semuanya. Belajar dari Badak, yang merupakan salah satu hewan paling lama masa buntingnya. Sedangkan masa birahinya tiga tahun sekali. Sebab itu badak ini merupakan hewan yang banyak punahnya. Sering diambil culanya oleh manusia.  



Beda lagi dengan rusa ini. Populasinya sangat banyak. Rusa tidak mengenal musim untuk kawin. Sebab itu, saat di penangkaran satwa kami memang sering melihat banyak rusa disana. 

Ada informasi menarik juga dari tour guide nya. Dari seekor binatang yang bernama singa. Kalau melihat binatang singa ini disarankan balik badan atau mundur alon-alon, jika anda berada di hutan.  Karna singa termasuk hewan pemburu tulang belakang tengkorak manusia.


Singa merupakan hewan yang suka dengan hidup berkelompok. Jika punya anak dan lahir betina, singa tersebut dibiarkan hidup. Tapi kalau anaknya jantan kadang dibunuh sama oratunya karena takut nggak sehebat ayahnya.
Masha Allah banget ya hewan satu ini.

Beda lagi dengan binatang harimau, lebih suka hidup sendiri-sendiri. Binatang yang dikenal sebagai hewan pemalas dan senang poligami ini bisa menghabiskan  3-9kg daging segar dalam sehari. Wajar kan kalau tiket masuknya sepadan dengan apa yang kita dapatkan.

Dari informasi ini membuat saya melek. Bahwa makhluk hidup memang diciptakan saling terkait. Belajar mencintai hewan dengan tidak melukai, belajar mencintai hutan dengan tidak merusak. Sebagai emak Millenial yang mempunyai keturunan dan menjadi bagian dari generasi Millenial harus sedini mungkin untuk mengasah kepekaan ini. 

Hal kecil semacam ini bisa diagendakan sebagai wujud refleksi diri, sejauh mana peran kita ikut andil  menjaga alam. Sekaligus mengenalkan didalamnya, ke anak untuk menambah wawasan dan memperkaya kosa kata.

Semoga bermanfaat.

PS : jika dimusim pandemi tidak berani keluar rumah, dan mengunjungi destinasi tertentu kembali ke pilihan masing-masing ya. Seperti apa yang disampaikan oleh pemerintah tetap memakai masker, sering mencuci tangan dan patuhi protokol kesehatan untuk mempermudah memutus mata rantai virus covid-19 ini. 




Posting Komentar

17 Komentar

  1. Ini destinasi impian banget. Pgn bawa keluarga kecil ke sini. Mumpung aku lagi di Kediri. Soalnya seru sekali bawa teman2 kantor ke Taman Safari Bogor. Dulu pas di Bali hanya numpang lewat krn pas masih kuliah. Semoga bisa mampir ya ke Prigen nanti.

    BalasHapus
  2. Tama safari terbesar justru ini ya di pasuruhan? Aku taunya Bogor sama Bali. Tapi lumayan jauh euy ke sana. Soon mau yang ke bogor dulu ah.

    BalasHapus
  3. beneran kayak ditengah hutan. kalau sudah selesai pandemi inginlah ke situ sekali-kali XD
    salut dengan seluruh petugas yang memperlakukan binatang dengan baik.

    BalasHapus
  4. Wow ternyata Taman Safari Pringen gak kalah luas dan menariknya sama Taman Safari Bogor.hmm kapan kapan harus ke sana.donasaurus

    BalasHapus
  5. Worth it banget kok berkunjung ke Taman Safari ini,
    anak anak jadi punya wawasan luas dan dengan harga tiket segitu itu sebenernya dibanding perawatan para satwa, sangat murah dan bisa sambil membantu pekerja Taman Safari

    BalasHapus
  6. Wah ternyata ada juga wisata Taman Safari di Jawa Timur sana ya. Saya baru taunya yang di Puncak, Bogor dan Bali. Sisanya paling saya taunya Kebun Binatang saja. Boleh nih jadi rekomendasi ketika wisata ke Pasuruhan, Jawa Timur. :D

    BalasHapus
  7. Pilihan berwisata di Jawa Timur saya gak heran lagi, lebih banyak. Dengan kondisi pandemi saat ini, saya pikir kalau mau berwisata ya berwisata lokal saja, seperti ke Taman Safari Prigen ini

    BalasHapus
  8. Salah satu tujuan wisata yang nyaman untuk keluarga memang kebun binatang. Tapi aku kira Taman Safari cuma ada di Bogor, hehe, ternyata ada juga di Jawa Timur,

    BalasHapus
  9. Salah satu wishlistku nih Mba buat bisa main ke sini bareng keluarga. Soalnya lengkap banget ya hewannya. Selama ini nontonnya via youtube doang hehehe

    BalasHapus
  10. Salah satu wishlist aku adalah ngajakin anak ke taman safari, dan dari tempatku tinggal Taman Safari Prigen ini yang terdekat. Thanks infonya mbak :)

    BalasHapus
  11. Baca ulasan ka Windi dan foto-foto yang ditampilkan sepertinya Taman Safari Prigen ini cukup menarik untuk dikunjungi. Terlebih lagi alamnya masih hijau. Jadi bikin betah maen ke sana. Cuma kayanya perlu branding aja nih biar lebih terkenal sama seperti Taman Safari Bogor.

    BalasHapus
  12. Pengen nanti klo liburan ajak anak aku kesini , apalagi tempatnya adem gitu banyak pohon bisa sklian tamasya hehe

    BalasHapus
  13. wah baru tahu ternyata ini paling besar. duh, dasar cupu aku ngga pernah ke mana-mana :"D

    BalasHapus
  14. Di tempat saya juga ada taman safari. Yang terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

    Memang penting kita mengedukasi anak-anak dalam pengenalan satwa terlebih lagi mengenalkan anak terhadap satwa yang dilindungi. Hal ini akan bermanfaat bagi sianak dalam mencintai alam dan seisinya.

    BalasHapus
  15. Aku baru tau kalau harimau hewan pemalas yang suka poligami. Jadi arti dari mulutmu harimaumu, wah bahaya yaa.
    Artikelnya sangat informatif. Terima kasih mbk. InsyaAllah bisa jadi list destinasi wisata setelag pandemi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun tahunya dari tour guide, yang sgt hafal karakter hewan Krn udh belasan tahun kerja disana, dijamin asyik

      Hapus