Menulis di Blog dan Tips Mengelola Waktu

Alasanku menulis di blog dan tips mengelola waktu



Tak suka menceritakan kisah hidup kesembarang orang, menjadikanku mengurai sedikit aksi. Kisah perjalanan hidup yang tak mampu kubendung hanya dengan meratapi nasib, dan tak ingin diketahui orang menjadikanku gadis remaja yang suka berteman dengan diary. Menulis di blog menjadi jurus jitu untuk menampung segala gundahku. Sekaligus mengikat waktu di tengah keriuhan rempongnya mengelola waktu disela-sela menjadi mahasiswa.

Selain itu, karena suka otak-atik tutorial blog dan kebetulan keseharian disandingkan dengan yang namanya perangkat komputer dan internet ide kilat membuat blog kala itu cukup menjadi senjata ampuh untuk menuangkan segala rasa pada jamannya. 

Awal Mula Ngeblog

Yups, tahun 2012 saya mulai ngeblog. Pernah menimba ilmu selama tiga tahun di dunia teknik informatika menjadikanku mudah berimajinasi untuk bisa memiliki website pribadi. Memilih blogspot karena mudah cara buatnya. Bahkan punya blog WordPress tapi kuhapus karena insecure duluan, niat mau membagikan tutorial dari apa yang pernah saya pelajari di bangku sekolah menengah atas. 

Yang saya ingat, dari kagum seorang aktris muslimah Omi Setiana Dewi dan membaca buku pertamanya sampai buku keempat kalau tidak salah, menjadikanku  remaja yang suka melibatkan buku dan tulisan dikeseharianku. Semakin menjadi saat saya duduk dibangku perkuliahan. Dari situlah aktivitas menulisku semakin nampak. Dari iseng menulis tanpa ilmu yang berbuah tulisan dan bisa di publish di media online, sampai gemar ikut kegiatan bertajuk seminar maupun workshop kepenulisan. Bahkan selalu terlibat juga dalam kepanitiaan pelatihan menulis. 

Punya rumah sendiripun masih numpang gratisan ( hhha). Bahkan tidak pernah terlintas sedikitpun kalau sekarang sudah punya rumah dengan domain berbayar. Nama blog yang me jadi pilihanku dan sebagai gambaran diriku ukhtiwindi.blogspot.com sudah beralih menjadi www.windieastuti.com pada Oktober 2020. Kalau membaca tulisan yang lalu isinya melow banget. Tapi kadang heran dengan diri sendiri sih, dapat diksi seperti yang tertulis dalam blog maupun diaryku darimana. 

Suka ingin ketawa sendiri pas baca ulang, kok ya jadi aneh begitu. Tapi kadang merasa bangga pada diri sendiri saat lihat jurnal mengikuti kajian. Pernah berada di fase tersebut hati girang, sekaligus mengingat moment pertama kali berhijrah dan serasa apa yang saya baca dari buku Oki Setiana Dewi begitu besar memberikan dampak dalam hidupku sebagai seorang muslimah. 

Sudah ah, cukup ini saja preambulenya. Kelamaan nanti jadi bongkar rahasia hidup. Kwkwkwkwk



Tugas Blogspedia Coaching for Newbie jadi punya tulisan bab ini deh. Tulisan yang pernah terlintas diotakku dan punya ide mau buat tulisan tentang ini tapi baru kesampaian. Jazakillah Blogspedia dan coach maritaningtyas. Tugas pertama yang sangat berdampak banget dalam diri ini. Ibarat komputer chip otak saya tercuci dengan materi berupa pdf yang disampaikan di room meeting google (eh, kebalik nggak ya tulisannya) . Membuat saya berfikir dalam sekaligus muhasabah diri mengingat kembali apa tujuan saya menulis. 

Dulu punya target bisa lolos tulisan di media online, nulis buku antologi juga. Setelah menseriusi dunia blogging target semakin ambyar. Malah fokus dan punya greget banget bagaimana bisa jadi pemenang dalam ajang lomba blog. Jujur, hal ini yang selalu menghantui. Setelah sharing banyak sedikit dengan mentor jadi punya tantangan hidup dalam menulis bahwa ngeblog itu harus punya tujuan jelas. Jangan bilang berproses tapi tidak berprogress. Makjlebb kan. 

Ditambah lagi kalau nulis itu ya pakai hati, biar tulisan organik dan mengalir. Eh, jadi terngiang kalau nulis satu artikel buat job harus diimbangi 3 artikel organik. Tepuk jidat deh, baca ulasan coach maritaningtyas pikiran jadi kemana-mana. Ambil positifnya, tinggalkan pikiran negatifnya ya teman. 

Beginilah kaum awam yang baru merambah menekuni dunia freelancer. Butuh pegangan kuat biar bakoh menghadapi kenyataan bahwa sebagai blogger itu jalannya begitu terjal dan berliku. Insha Allah, jadi faham arah. Tidak melulu soal materi yang diincar, bahwa niatan menulis untuk berbagi melalui tulisan bakal jadi niat mulia yang diimbangi dengan artikel organik yang bisa dipertanggung jawabkan soal kevalidan dan sumbernya.

Kalau  saya menyebutkan seperti skripsi mini. Nulis tidak sebatas nulis namun ada kerangka tulisan, poin yang dibahas dan kevalidan tulisan diutamakan. Tentunya melalui proses screening berdasarkan pengalaman pribadi atau pandangan dari hasil baca atau nonton film yang kita tuangkan dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa sendiri tanpa menyinggung perasaan orang lain. 

Alasan menulis di blog


1. Sebagai rekam jejak perjalanan semasa hidup.

Dari dulu punya medsospun saya olah buat menangkap memory apa saja yang sudah pernah saya lakukan. Sekaligus pengingat diri pernah berada distep itu. Sebagai motivasi diri dan bahan omongan kelak untuk anak cucu (beuh, jauh banget pemikirannya ) . Nulis di blogpun asal yang penting ada tulisan. Kalau sekarang sudah beda sejak tahu ilmunya (sedikit), agak ilmiah dalam menuliskan artikel. Insha allah 

2. Personal Branding Diri

Seperti apa dirimu dikenal, mungkin seseorang akan menilai sedikit banyaknya dari karya kita. Bangga dong punya blog pribadi yang bisa diakses banyak orang. Doanya sih begitu, padahal tulisan muncul di page one saja belum pernah . Hhhha. Doakan ya semoga dari kelas ini semakin mudeng lebih banyak dari sebelumnya setelah ikut coaching Blogspedia session 2 ini. 

3. Memperbanyak jam terbang menulis

Terasa banget emak-emak yang memilih menekuni dua menulis ini strugglenya semakin terasa . Beda banget jika dibandingkan dengan jaman masih single. Tidak perlu ngoyo banget saat mau nulis. 

Sekarang harus benar-benar bisa menyisihkan waktu ditengah kesibukan menjadi ibu rumah tangga kalau mau nulis. Dan ketika ingin jam terbangnya nambah, malu kan ya kalau sudah menelurkan buku antologi habits menulisnya semakin luntur. Mana yang katanya hobi nulis sekarang mati kutu tidak berkarya ?. Hal receh seperti ini sering menghantui diriku. Namun, Alhamdulillah nya semakin kesini selalu mengusahakan buat upgrade skill menulis bahkan punya rasa eman, jika tahu informasi menulis dengan berbagai challenge tidak diikuti. Hal ini justru mendongkrak semangat untuk terus menulis. Mencari komunitas pendukung untuk menantang diri bahkan seminggu harus ada satu artikel yang ditulis diblog.

4. Menambah Teman

Karena saya butuh teman support passion, sangat amat merasa senang jika punya teman sejawat atau senior menulis dengan segudang prestasi. Ingin tertular semangat menulisnya, dan enjoy dengan apa yang ditekuni. Tidak hanya yang berprestasi, teman yang mulai merangkak dan merambah dunia menulis pun. Nambah teman nambah rejeki. Hhhhe

Soal passion itu pilihan ya, sayapun tidak membayaangkan bisa berjalan sampai sejauh ini. Pernah menuliskan cita-cita menjadi penulis dalam buku diary sekarang keturutan. Benar adanya, manusia boleh bermimpi sebesar apapun dan tuliskan lah. Kelak Allah akan mendengar doamu. Hal ini pula yang saya praktekkan imbas dari baca buku OSD. Masha Allah

Tentunya diiringi langkah ikhtiar terbaik, doa dan usaha ya untuk menjemput mimpi-mimpi itu. Tak lain kalau saya boleh curhat sedikit melilit ditengah kesibukan menjadi ibu rumah tangga dengan passion menulis dimana saya bisa fokus nulis ketika suasana tenang itu butuh perjuangan. Harus bisa membagi waktu dengan baik tanpa memunculkan masalah lain dalam rumah tangga akibat menulis urusan domestik jadi kalang kabut. Noted buat diri sendiri ya

Saya akan bagi tips ya, ala maknya Andra yang sedikit memunculkan riuh tawa dan sedih dalam menulis. Jujur, saya termasuk penulis yang mencintai deadline. Sering membendung ide dalam otak dan itu saya bawa kemana-mana saat beraktivitas bersama anak maupun urusan domestik. Setelah mood menulis berkobar saya baru menuangkan ide dalam tulisan. Ini pengaruh banget terhadap kualitas artikel ya. Sebenarnya semakin matang kita mengkonsepkan tulisan mau dibawa kemana, semakin touchnya terasa. Saya sudah membuktikan ketika artikel saya diapresiasi saat ikut kompetisi memperjuangkan laptop bersama Asus karena memang saya ingin banget punya laptop. Sejauh ini ngeblog dan menulis by handphone. 

Kalau menulis saya harus memakai kacamata anti radiasi. Dengan layar kecil dan butuh effort menulis hal inipun saya perhatikan yang jelas soal kesehatan mata dan lain-lain sayapun perhatikan ya. Balik lagi ya, kematangan artikel bagus tidaknya memang sesuai hati pembaca yang menilai. Namun, sebagai penulis tentu akan merasakan tulisannya mengalir tidaknya. Poin ini yang selalu saya ingat dalam menulis artikel/tulisan apapun. Daripada melebar, langsung saja saya bagikan tips mengelola waktu ya.


1. Menulis untuk apa ?

Biasanya saya tanya pada diri sendiri, nulis untuk apa ? Sekaligus merenung panjang buat memantapkan diri. Meski tidak ada apresiasi dari banyak orang. Menulis bisa jadi jalan ninja untuk membuat hati senang. Senang berbagi salah satunya. Yang tentu harus diiringi niat tulus tanpa adanya paksaan. Karena saya senang terjun didunia menulis dan blogging.

2. Mencatat deadline menulis dalam buku

Senang dengan aktivitas Journaling juga sih saya, sedikit terbantu dengan Journaling ini. Punya rekapan deadline menulis dan lomba apa saja yang mau diikuti. Meski bukan type yang selalu lurus akan hal ini, menulis deadline menjadi jalan ninjaku untuk mempushup semangat saat loyo menulis. 

3. Menulis saat dini hari.

Biasanya pasang alarm untuk nulis disaat orang terlelap tidur. Kadangpun saya bablas menulis saat anak sudah bobok lebih awal dari biasanya. Dan berlanjut tengah malam sampai tulisan selesai. Kadang juga tidur dulu karena mata ngantuk tidak bisa diajak kompromi. Intinya tentukan waktu menulis yang apik buat dir sendiri. Dan ingat tujuan menulis tadi. Butuh konsistensi tinggi memang untuk benar-benar bisa menorehkan tulisan yang baik.

4. Tentukan target menulis

Setiap artikel yang saya tulis, jujur saya selalu berdoa. Agar tulisan saya bermanfaat bagi orang lain. Pun bisa dapat apresiasi dari menang lomba itu sebuah rejeki yang berharga untukku. Namun, sayapun tak melulu mengejar itu, bisa- bisa stress karena ingin cuan. Big No. Dari dulu ingin dakwah lewat tulisan memang, karena nyadar diri dakwah lewat omongan sudah mati kutu depan audience

Bagiku, Windi yang sekarang adalah kumpulan doa dan harapan yang saya tuliskan dalam buku diary, doa orangtua dan tentunya menjadi ajang perlombaan diri untuk terus berbenah dan terus berdoa dengan harapan besar buat bekal masa tua. Berat banget ya bahasanya , hmmm.

Begitulah curcolan emakblogger, semakin senang dengan dunia blogger dan sangat senang menulis di blog. sekaligus berbagi tips mengelola waktu yang selama ini menjadi tantanganku ketika ingin mojok cantik buat artikel. masih harus terus berbenah dan belajar .

Semoga Bermanfaat 


Posting Komentar

14 Komentar

  1. Selamat menjalankan big why nya Kak Windi!

    Sama ni, suka diary dan jurnaling. Hum, ketemu mombloger again, sungguh memacu yang masih siggle macamku. ^^( memacu semangat menulis maksudnya, wkwk)

    BalasHapus
  2. Suka banget sama tulisannya, mengalir banget. Apalagi di awal-awal seakan dibawa ke mana gitu, diksinya puitis sekali. Wew, jago utak-atik template nih pasti, anak informatika :) Keep blogging ya mbak.

    BalasHapus

  3. Masya Allah, saya bacanya ngalir aja.
    Canggih diksi narasinya, Kak :D.
    Poin-poinnya juga maknyesss pas banget apalagi berdasar sumber dari OSD.
    Bacanya jadi adem gitu dan ngangguk-ngangguk terus akunya. :D
    Semangat dan sukses ya, Kak.:D
    Semoga dimudahkan dalam menginspirasi :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doa yg sama mbak, jazakillah sudsh mampir diblog ku

      Hapus
  4. Tulisannya makin keren, makin angkat topi saya sama emak blogger yang satu ini. Selalu menginspirasi. Semangat terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama ² pak. Saling menyepakati pokoknya

      Hapus
  5. Hi, mba. Aku sering liat blog dirimu. Kita ada di komunitas2 blogger yg sama wkwkwk anw, TLD kita pun sama loh Oktober 2020. Bedanya dirimu dah bayak job ya mbak. Hehe. Big why ini memang pegangan bgt biar gak lost. Semoga kita konsisten dan pastinya bs menebat kebermanfaatan untuk pembaca ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampun, Iyakah mbak? Eh segrup apa ya ? Masha Allah

      Hapus
  6. Keren tulisan nya mba, konsisten adalah kunci ya mba wkwkwkkw semangat terus mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, memulai itu mudah ..menjaga konsistensi itu yg tak mudah

      Hapus
  7. Sama" berjuang menjadi mom bloger nih.. Semoga tulisan" kita selalu menjadi inspirasi untuk banyak orang ya.. Aamiin..
    Semangat terus untuk menulis :D

    BalasHapus
  8. Jangan sampe berproses tapi tidak berprogres. Wah bener banget itu. Jadi pengingat untuk selalu belajar dan berbenah diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, akupun selalu terngiang dengan kalimat itu

      Hapus