Ganti Judul dan ALt sendiri

Keseruan Naik Bus Kota Pati ke Magelang Bareng Si Kecil

15 komentar
Lama tidak mudik naik bus Pati-Magelang ternyata ada beberapa perubahan. Suasana terminal yang tak seramai dulu, hampir lima tahun yang lalu.

Perjalanan kami mulai, untuk berkunjung ke rumah kakek nenek mas Andra yang ada di Pati dan Magelang. Naik bus bareng si kecil kesana, tentunya setelah acara tujuh hari kematian alm. bapak selesai.

Perjalanan pertama kali bagi saya tanpa suami dengan jarak tempuh tujuh jam bersama si kecil. Hemm, begini ceritanya.

Rencana seminggu mudik di Pati, karena bapak pulang ke tempat terakhirnya. Mengajak mas Andra yang saat ini berusia 3,5 tahun. Setelah tujuh hari meninggalnya almarhum Bapak, saya dan Andra mampir ke Magelang dulu. Masih ada sisa tiga hari buat berkunjung ke rumah kakek nenek. Naik bus dong, dari Pati ke Magelang.

Bus Kota Pantura

Naik Bus Kota Pati Ke Semarang

Berangkat pagi, pukul enam saya dan mas Andra diantar oleh Pak Dhe naik sepeda motor menuju terminal bus Pati. Sesampai disana, kami langsung menuju bus Mustika yang sedang beroperasi. Dilengkapi beberapa penumpang yang siap dibawa melaju oleh Pak Sopir.

Konon, bus besar dari terminal Pati ke Semarang selalu ada tiap jam. Berdasar pengalaman, berangkat pagi lebih baik. Lebih cepat sampai dari pada berangkat siang.

Namun...
Penumpang jaman now, semakin jarang. Mungkin karena masyarakat lebih memilih alat transportasi lain seperti mobil pribadi, grab dll. Sangat jelas perbedaannya, jaman saya masih bekerja di Sleman tiap kali mudik terminal selalu ramai. Sekitar tahun 2007an.

Sekarang, sudah berbeda jauh. Kecanggihan teknologi turut serta mempengaruhi. Adanya grab, gojek, kereta api menjadi pilihan nyaman masyarakat.

Sehingga akhir Januari 2022 lalu, kami menempuh perjalanan selama 7 jam dari yang biasanya hanya ditempuh waktu 5jam. Kenapa begitu? bus sering nge-time cari penumpang. Jalannya pun agak pelan. Penumpang bus kota pun tak seramai dulu.

Masih mending ya, Pati Semarang ditempuh dengan waktu dua jam lebih beberapa menit. Kalau dari Terminal Semarang ke Magelang ini yang lama.

Bus Kota Pantura

Dari Terminal Semarang Ke Magelang Naik Apa ?

Sesampai di terminal Semarang, saya turun menuju tempat sebelah. Yang menurut saya tempatnya berhenti bus kota besar yang beroperasi menuju tujuan masing-masing. Biasanya, saya memilih bus kota jurusan Yogyakarta.

Langkah demi langkah saya pijalkan kaki bersama mas Andra yang jalannya kurang cepat. Sampai di pijakan yang saya tuju, "hlo kok adanya mobil tronton dan truk besar", batinku. Saya melangkahkan kaki menghampiri bapak-bapak yang sedang ngobrol santuy.

"Pak, kalau mau ke Yogyakarta Naik apa ya ? Apa benar sekarang sudah ada perubahan di area terminal pak" .

Tanya ke sana saja mbak, sambil menunjukkan jari telunjuk ke arah tempat berhenti bus trans Semarang. jawab salah seorang bapak yang tidak ku ketahui namanya.

Saya dan mas Andra lanjut berjalan menuju tempat berhentinya bus di Terminal Semarang. Selang beberapa detik, bapak muda yang tadi saya temui lari menghampiri kami.

"Mbak, kalau menunggu bus jurusan Yogyakarta bakalan lama. Bisa sampai sore. Lebih baik naik. ia trans Semarang turun Banyumanik. Saya juga orang Yogyakarta kok. Mbak bisa tanya ke penjaga depan sana", tuturnya.

Sayapun langsung ke halte, tempat mengantri dan menunggu bus trans Semarang. Lanjut bertanya ke petugas nagay terkait kebenarannya. Dan ternyata benar, disarankan naik trans Semarang. Sayapun langsung itung-itungan ongkos menuju Banyumanik.

Saya mengajak mas Andra duduk ditempat yang disediakan. Sambil menawari ia makan. sekitar 5 menit menunggu, bus trans Semarang datang. 

"Petugas langsung kasih warning, di dalam tidak boleh makan dan minum ya mbak".
"nggih", jawabku.

Segera kami bergegas masuk bus trans Semarang berwarna merah. Memilih tempat duduk yang masih senggang penumpang. "Yuk nak duduk di depan, ajakku", "perempuan di belakang ya, tegas pak sopir".

Saat beberapa menit di dalam bus trans Semarang, mood Andra bertambah baik. Bus ber-AC, bersih dan lebih nyaman membuat dia menikmati perjalanan. Sampai-sampai dia ngantuk dan tidur sampai ke halte Banyumanik.

Kalau di hitung ada 20 menit lebih lamanya perjalanan. Masha Allah, meringankan beban saya sebagai emaknye. Yang dari tadi khawatir karena perutnya belum terisi banyak makanan.

Turun Halte Banyumanik, Terus Kemana ?

Tengok kanan tengok kiri. Ini kali pertama saya melakukan perjalanan jauh bersama balita dan berada di halte. Bersyukur, waktu itu kami turun barengan penumpang satunya yang juga seorang ibu membawa anak perempuannya. Mau turun pasar, katanya. Obrolan kami terputus karena Bus Kota Mustika nampak semakin jelas mengarah ke halte tempat singgah kami sementara.

Saya langsung berdiri dan melambaikan tangan. Mengajak mas Andra bergegas pindah dari tempat duduk (halte) menuju Bus Kota jurusan Semarang-Yogyakarta.

Alhamdulillah, duduk di kursi paling depan. Bus juga berAC. Memperbaiki mood mas Andra yang merengek minta minum waktu itu. Saya membiarkan dia polah senyamannya. Yang penting tidak nahan pipis, serta memastikan mood dan perutnya nyaman.

Bersyukur sekali, mas Andra begitu menikmati perjalanan. Duduk paling depan dan bisa melihat indahnya perkotaan, juga pemandangan yang dilewati. Sayapun menjelaskan ke mas Andra selama Bus Kota berjalan. Sounding terus agar tidak rewel selama perjalanan. Kebetulan, barang bawaan kami yang awal mulanya hanya satu tas kini bertambah.

Berisi jajan kami untuk menghindari beli makanan di dalam bus. Dari dulu, saya hampir tidak pernah membeli minum maupun jajan di dalam bus. Yang jelas, menghindari kontak karena kondisi pandemi. Dan alasan utamanya adalah hemat budget.

Oh iya, saya hampir lupa menjelaskan juga berapa ongkos naik bus dari terminal Pati ke Magelang. Saat dari Pati ke Semarang, saya dikenakan tarif Rp 23.000,- dengan tanda bukti karcis penumpang. Kalau untuk tarif dari Semarang ke Banyumanik, saya hanya kena ongkos Rp 5.500,- . Nah, setelah dari Banyumanik ke Magelang ini saya dikenakan ongkos Rp 30.000,- dan untuk anak kecil seusia mas Andra tidak dikenakan biaya tambahan.

Bus Kota Berhenti Sejenak Di Terminal Magelang

Yap, tepat jam istirahat para kernet dan supir angkot buat isi perut. Sopirnya ramah, kasih tahu kami bahwa nanti perjalanan akan lanjut lagi pukul 12.35 wib. Kamipun menunggu di dalam bus . Karena kondisi juga hujan deras. Penumpang yang hanya beberapa orang, membuat saya cukup tenang karena tidak banyak orang berlalu lalang. Karena kondisi masih pandemi. Yang ada hanya selingan orang berjualan makanan dan minuman.

Mas Andra bermain mobil-mobilan. Selang beberapa menit dia minta buang air besar. Saya tawar sejenak, pikirku buang air di rumah (kakung) saja. Dia tak bisa menahan. Akhirnya saya dan mas Andra turun dari bus menuju kamar mandi umum. Alhamdulillah, di sana toiletnya bersih dan airnya jernih. Cukup bayar dua ribu mas Andra bisa pup sayapun bisa buang air kecil.

Ku acungi jempol buat kebersihan toilet terminal bus Magelang. Yang kadang bayangan saya malas ke toilet umum itu kebersihannya kurang terjaga, dan ternyata dugaan saya salah. hhhhe

Kami pun bergegas ke dalam bus, takut ketinggalan. Sependek pengetahuanku, kalau naik bus kota sopir akan tetap menunggu kok. Asal ada komunikasi di awal.

Perjalan pun lanjut menuju arah Yogyakarta. Karena rumah kakung tinggal beberapa menit lagi untuk di tempuh. Kami turun di pertigaan Blondo. Sampai sana, kami pesan gojek. Karena angkutan umum berwarna biru sekarang jarang beroperasi. Karena menahan capek pengen cium bau bantal, pesan ojek online paling solutif untuk menjangkau desa kakung.

Bus Kota

Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Nah, itulah perjalanan panjang kami. Berangkat dari rumah Pati pukul 06.00- sampai di tempat Kakung Magelang pukul 13.30. Demi menjenguk mertua bersama cucu yang dinanti kehadirannya karena sejak bayi mas Andra lahir di sana. Digendong Kakung, dan di mong uthi. Masha Allah , Alla kulli haal. Allah yang menjadi perantara kami selama perjalanan, melindungi kami dari kejahatan dan kehujanan.

Karena tahu sendiri kan, kemanan di bus itu bagaimana. Tetap bersyukur, meski perjalanan jauh dan bawa balita "Andra" sangat menyenangkan anaknya. Tidak menyusahkan emaknye. Terimakasih ya nak.

Sebagai pelengkap artikel ini. Inilah alasan kami kenapa, Memilih Transportasi Umum Bus dari Pati ke Magelang ?

1. Tidak ada pilihan naik kereta, jadi pilihnya naik Bus.

Kalau stasiun di Semarang sih ada ya, tapi stasiun kereta Magelang yang tidak ada. Hhhe.

Jadi, dari dulu transportasi umum favorit adanya Bus Kota.

2. Biaya Lebih Murah

Jelas biaya lebih murah daripada naik pesawat, kereta api maupun naik grab ya. Tapi untuk kenyamanan sedikit berbeda. Kadang ada juga Bus Kota yang pakai AC alami. Hanya mengandalkan jendela bus di buka dan angin masuk. Untuk biaya buat anak kecil biasanya tidak dikenakan tambahan. Tapi, kalau naruh barang di bagasi biasanya ada tambahan.

Apapun perjalanan anda, tetap sounding ya emak-emak. Saat bawa anak kecil naik transportasi umum. Biar semua nyaman. Yang biasanya saya lakukan, berpakaian sederhana, bawa uang secukupnya. Dan pastikan barang bawaan tidak merepotkan diri sendiri. Karena bawa anak kecil sudah rempong jadi sebisa mungkin semua di konsep dan di tata dengan baik.

Untungnya, kami tidak mabuk.an. Itu sudah bersyukur sekali, selamat sampai tujuan tanpa kurang suatu apapun. Semoga ulasan jujur ini bermanfaat.




Related Posts

15 komentar

  1. Wah.. senangnya ya..saya malah ingin sekali merasakan naik angkutan umum ( bus ) terutama yang jauhhhhhhh.soalnya orangtua Deket ,mertua Deket ,sanak saudara banyak yg Deket jadi mungkin lain kali ada acara yg harus pergi jauh dg bus pasti seru๐Ÿ˜Š.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih enak yg Deket aja mbak, kalau Muflihah k. irit budget
      tapi ya itu, minim pengalaman memang. jadi syukuri aja

      Hapus
  2. Nostalgia banget Mba.. sedikit2 kenangan saya perjalanan dari banyumanik-yogya naik bus teringat kembali.
    Perjalanan yang menyenangkan sekaligus cape kayaknya ya Mba.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wooo, mbak Amelia orang Jateng kah ? hhhe ...iya mbak, kemarin itu juga nostalgia

      Hapus
  3. Aku suka naik bis kalo bepergian. Naik bus memang hemat dari segi ongkos. Tapi naik bus terkadang memakan waktu yang lama. Jadi, aku memilih naik bis jika memang memiliki banyak waktu. Pilihan lainnya kalau naik kereta atau peaawat.

    BalasHapus
  4. Emak-emak naik bus bareng balita memang harus siap dobel repot ya, Mbak. Tapi worthy banget buat pengalaman + kenangan emak dan anak..
    Thanks for sharing..

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah akhirnya sampai Magelang dengan selamat ya Mbak. Alhamdulillah juga si kecil tenang.

    BalasHapus
  6. dulu jaman kuliah naik bus semrg -pati sangt menyenangkan, semnjak pandemi saya sudah ga berani, dan lebih milih naik trafel.... kadang rindu naik bis dengan damai seperti dulu ga takut covid

    BalasHapus
    Balasan
    1. nunggu covid aja ye mbak, siapa tahu bisa nai bus lagi

      Hapus
  7. wah keren dik Andra gak rewel dan bisa menikmati perjalanan
    saat pergi dengan anak-anak sy juga memilih pagi atau malam, karena kalau siang panas dan anak-anak jadi rewel kalau panas

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedikti mengurangi rempong di jalan ya mbak

      Hapus
  8. Saya naik dari semarang ke solo tapi yang lewat tol cepet banget. Itu pulangnya, kalau berangkatnya ternyata ga lewat tol, wal hasil muter2 dulu deh

    BalasHapus
  9. sy pernah pergi jauh dengan bocil dan memang menjaga moodnya itu challenging banget.. selamaatt mba windi dan mas andra ๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  10. Yeay! Selamat! Bisa naik bus bareng ananda dengan selamat sampai tujuan. Perjalanan juga bisa dibilang menyenangkan ya, Mbak. Saya juga biasa bawa anak-anak naik bus atau kereta. Sekalian juga mereka belajar loh dari perjalanan itu. Bawa makanan yang anak-anak sukai memang mood booster banget. Kalau udah rewel, duh lah, riweuuuh, hahaha ...

    BalasHapus

Posting Komentar