Ganti Judul dan ALt sendiri

Tips Sukses Mengajarkan Anak Usia 1 Tahun Lolos Toilet Training

Selalu ada hal yang mengulik hati ketika menulis pengalaman mengajarkan anak toilet training. Jika teringat waktu itu, rasanya memang emak kudu mengumpulkan energi dan stock sabar yang melimpah. Ada hal yang membuat emak menggelengkan kepala, bahkan kadang membuat nada bicara ini semakin mengeluarkan otot karena anak tak kunjung faham. Astagfirullah

Sedikit berbagi curcolan emak rebahan yang keseharian mendampingi tumbuh kembang anak. Saat ini, saya merasa bahagia karena anak benar-benar lulus toilet training diusia yang tepat. Awalnya, tidak ada persiapan khusus ketika si ayah bilang tak lagi mau membelikan Pampers untuk keseharian dalam menunjang aktivitas anak. Hal lain, tentu supaya saya tidak perlu repot mengepel dan mengelap bagian basah yang terkena pipis. Lebih-lebih menambah cucian baju kotor, berkat Pampers tentu sangat meringankan pekerjaan emak rebahan. 

Andra kenal dengan Pampers diusia hampir tiga bulan sejak bayi. Karena emak merasa capek nyuci popok yang tiap hari kalau dihitung ada 16 kali ganti. Dan itu tanpa pembantu, tanpa suami dengan kondisi ikut mertua yang kami hanya tinggal berempat saja. Kebetulan dapat hadiah dari teman berupa Pampers, dan ijin suami saya mulai membiasakan Andra memakai Pampers. 

Sembari mencari pengasuh buat Andra karena cuti kerja juga mau habis. Kalau ingat jaman masih kerja dan long distance marriage, rasanya akupun tak percaya bisa melewati itu semua. Terimakasih diri ini yang selalu belajar sabar dan kuat menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. 

Toilet training, sebaiknya diterapkan ke anak usia berapa tahun idealnya ?

Kalau saya ditanya kapan andra lulus toilet training, ini ada dua jawaban ya. Antara lulus bisa pup di toilet dengan lulus pipis dan mau bilang "nda pipis", ini waktunya berbeda. Tentu setiap anak punya kesiapan sendiri untuk menerapkan kapan mau pipis dan buang air besar ditempatnya. Yang utama ibu kudu siap segalanya. Insha Allah anak mengikuti sembari di sounding.

Saat anak sudah mampu berdiri tegak, jongkok dan duduk anak sudah bisa diajarkan toilet training. Nah, kalau Andra saya ajak untuk belajar pipis dan buang air besar dikamar mandi saat usia 14 bulan. Saat pindah Kediri, sudah mulai sounding untuk buang air di toilet. Menguras keringat memang, sebagai wujud membantu suami dari segi menghemat budget pengeluaran juga. Karena Pampers 3 pack yang isinya @32pcs dimana itu habisnya 1,5 bulan tentu sangat merogoh kantong. 



Nak andra dari sejak bayi sudah saya biasakan menjaga kebersihan. Saat dia pipis dan pup langsung diganti. Hal ini pula yang sebenarnya membuat dia punya rasa risih ketika bagian pantatnya ada kotoran. Terutama ketika ada eek. 

Hal ini pula yang menjadikan nak andra lebih dulu faham dan punya rasa mau buang air besar di kamar mandi. Beda dengan buang air kecil, nak andra masih nyaman dengan celana basah saat dia beraktivitas apapun. kondisi ini saat Andra belum lulus 100% ya.

Sejak ultimatum si ayah yang nggak mau belikan Pampers untuk dipakai dirumah, Andra sudah lepas pampers. Sesekali pakai saat bepergian saja. Dan saat mau pindah Kediri, emak sudah nyiapin budget buat beli Pampers kain 6pcs. Aku pakai clodi, beli diteman online seharga hampir 300rb kalau nggak salah. 

Adakah tantangan mengajarkan batita toilet training ?

Ada dong.

 Pernah juga saat mengerjakan urusan domestik anak bilang mau pup. Telat merespon saja, itu kotoran sudah jatuh dilantai. Kebayangkan bentuk dan baunya seperti apa ? Hhhhe, rasa marah dan kesal tentu ada dong.

Jujur, bahkan akupun sering ngomel-ngomel dengan nada yang diulang-ulang. "Kalau pipis dan eek itu di kamar mandi nak" . Begitu terus sampai usia 24bulan.

Diusia 14 bulan nak andra memang sudah bisa bilang "nda eek" dan menuju kamar mandi. Sempat kebiasaan itu lupa saat nak andra sakit diusia 15bulan, waktu itu sakit panas dan bapil lumayan lama. Dan saya melupakan sejenak soal mengajar kan anak TT. Setelah Andra sembuh, mengulang lagi deh. 

Tepatnya bulan Januari 2020, mulai lagi usaha biar tuntas ikhtiarnya. Tapi, untuk pipisnya Andra benar-benar lolos mau pipis dikamar mandi saat dia usia 25 bulan. Saya saja sempat heran dan takjub, ternyata nak andra faham juga dengan apa yang selama ini emak harapkan. Walau sebenarnya sempat pesimis, anak udah usia 24bulan belum lolos juga. Dari situ, mulai berfikir dalam dan mengingat lagi, sekaligus berkata pada diri sendiri " memang, selama ini aku sudah melakukan apa saja ya mendisiplinkan anak untuk pipis/pup dikamar mandi?", Tanyaku.

Children See Children Do

Anak akan meniru dari apa yang dia lihat. Sebelum memberanikan diri mengajarkan Andra , aku sudah tanya-tanya dengan saudara yang lebih dulu faham soal TT. Katanya, anak laki-laki lebih mudah diajari  daripada anak perempuan. Sempat mbatin, "masa iya sih". Dari situ aku terus berusaha. Karena typikal ayah Andra juga nggak mau tahu bagaimana prosesnya yang penting anak dibelajari sampai paham. Hal inipun sama persis pas waktu nyapih Andra diusia 24bulan tepat. Hhhhu, ada rasa pesimis bisa apa enggak untuk menyapih karena nggak ada bantuan tenaga dari saudara. Alhamdulillah, pas moment anak sekolah disuruh belajar dirumah aja selama Corona ada faedahnya. Nylimurne Andra dengan bermain bersama teman-temannya dan seringnya bermain outdoor untuk membuat andra lupa sama nenen. 

Ups, kembali ke pembahasan toilet training ya.

Beberapa cara yang saya lakukan, anak lulus toilet training.

1. Niat dan tekad yang kuat.

Minta ijin suami buat support lewat doa. Dan sebagai emaknye mengikhlaskan segalanya supaya semua berjalan lancar.

2. Memberi contoh pipis/pup dikamar mandi

Berawal dari seringnya mandi bareng sama anak, karena selama ayah kerja kami berdua saja. Sering memberikan contoh Andra pipis/pup diatas toilet. Sembari sounding kalau pipis dan pup begini caranya nak. 

Terus saya lakukan sampai dia benar-benar mempraktekkan apa yang saya contohkan. Dan ini proses ya Mak.

3. Membiasakan anak untuk buang air sebelum tidur

Ini penting banget, karena setelah Andra lulus buang air besar/kecil masalah cucian sangat terkurangi banyak. Alhamdulillah, Andra jarang banget ngompol saat tidur malam. Kecuali kalau mau bobo dia minum susu dan tidak pipis dulu sebelum tidur, shubuh gitu pasti dia pipis. Dan andalan emak dari waktu lepas pampers kalau tidur malam pasti bagian penis ya saya kasih kain kecil buat nyerap pipis biar nggak kemana-mana. Selain itu, tempat tidur bagian Andra bobok pasti saya lapisi perlak anti ompol. 

Alhamdulillah, proses tidak akan mengkhianati hasil emak selama ini. Dimanapun tempatnya nak andra sudah berani bilang pipis atau eek jika dia mau buang hajat. Tidak perlu pakai Pampers lagi kalau bepergian jauh. Ke musholla pun sudah lepas pampers. Bahkan kalau menginap ke tempat saudara, alhamdulillah Andra benar-benar bilang mau pipis/eek. 

Ternyata benar kalau sesuai metode Montessori, ketika faham kondisi anak dan mengajarkan kedisiplinan serta keteraturan dari sejak dini, sebenarnya anak sedang belajar memahami dan itu berproses ya. Semangat berjuang untuk emak-emak yang sedang mengajarkan anak toilet training.



Windi Astuti
Fulltime mom yang suka menulis

Related Posts

17 komentar

  1. Bisa jadi ilmu baru untuk aku ketika anakku sudah waktunya toilet training. Tumbuh kembang anak memang harus dinikmati dengan 'telaten' ya mbak :)

    BalasHapus
  2. Aq udah lupa gimana persisnya proses toilet training anakku, udah 9 tahun yang lalu sih hehe.. aq cuma inget dia pernah ngompol hehe

    BalasHapus
  3. artikel ini sungguh-sungguh bermanfaat buat saya. Sebab anak saya sudah hampir dua tahun tapi masih belum bisa pergi ke toilet. Huhuhu..

    makasih ya kak....

    BalasHapus
  4. Anakku yg pertama blm bisa 'mandiri' sampai SD kelas 1, sampai akhirnya kejadian di sekolah dia ee di celana krn blm bisa cebok sendiri. Duh malu aku. Trus ibu guru dg telaten 'mengurus' anakku sampai selesai. Semenjak it, anakku mau bljr cebok sendiri, krn malu kalo dia inget dicebokin gurunya. Hehe

    Pembelajaran buat aku selanjutnya. Si adik akhirnya kuajarin Kaya tips yg mba windi bagi. Alhamdulillah manjur

    BalasHapus
  5. Siipp, keren banget pengalamannya, Mba Windi.
    Ini bisa jadi teknik dan strategi yg cespleng buat para buibu yaa
    semangaatt terus!

    BalasHapus
  6. kedua anakku lulus toilet training setelah lepas ASI. Tapi sepertinya untuk anak ketiga nanti mau lebih cepat ah, soalnya biar bisa menghemat pembelian pospak dan menyelamatkan lingkungan juga. makasih banyak tipsnya mbak.

    BalasHapus
  7. Pengasuhan anak dengan edukasi seperti toilet training itu bagus sekali. Layak diacungi jempol bunda atau orang tua.

    BalasHapus
  8. Mengajarkan toilet training ini memang harus ekstra sabar ya mbak. 2 anakku beda usia 1 tahun, pertama laki, kedua perempuan. Urusan TT anak perempuan, saya yang dominan ngajari. kalau yang laki, suami yang dominan ngajari.

    BalasHapus
  9. Walau ayah ibu nya sama, ke-4 anak saya punya respon berbeda waktu toilet training
    Tetapi rata rata cepat paham, malah pispot bentuk mobil mobilan Akhirnya gak kepake

    BalasHapus
  10. Dlu klo aku ajarinnya, sering2 ajak dia ke toilet. Biar aktivitas jd terbiasa hihi..metode montesorri mmg bagus

    BalasHapus
  11. Mengajari anak toilet training ini butuh ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa ya kak,trims ya kak bermanfaat banget nih artikelnya

    BalasHapus
  12. Masya Allah, luar biasa mom. Toilet training memang harus dilakukan pada anak-anak. Ini penting sekali untuk mengajarkan anak mengenali kapan dia mau BAK atau BAB,dan membedakan BAK dan BAB. Selain itu bisa membangun komunikasi anak dan orang tua. Senang sekali kalau anak sudah bisa, meskipun memang perlu perjuangan di awal.

    BalasHapus
  13. Informasi yang sangat bermanfaat mb. Perjuangan luar biasa ya menjadi orang tua. Btw selamat ya buat adek yang udah lolos yoilet training.

    BalasHapus
  14. Aku baru semingguan ini toilet training ke Tangguh, dulu sempet, tapi ga istiqamah, kalah sama disiplinnya, krn kesibukan juga. Alhamdulillah sekarang ga ngompol lagi, cuma telat dikit, kalo pas main, bs fatal.Namanya juga proses.

    BalasHapus
  15. Hihi aku suka senyam senyum kalo inget dulu ajarin anak toilet training tuh hahaha, kitanya harus sabar dan konsisten juga sih lama-lama juga anak akhirnya terbiasa

    BalasHapus
  16. Masya Allah..pinternya.. usia 1 tahun euy. Anak saya kemarin bisanya di usia 2 hampir 3 tahun, pas lagi masa pandemi itu. Ngajarinnya yaa karena mau ngirit biaya diapers hhahaha. Eh ternyata bisa.

    BalasHapus
  17. Haura toilet training masing selang seling haduhh padahal udah 4 tahun, telat ya... :(

    BalasHapus

Posting Komentar