3 Tips Jitu Atur Keuangan Ala Prita Ghozie

Tips jitu atur keuangan

Satu bulan ini sering lihatin youtubenya ZAP Finance. Kontennya berisi tips keuangan yang diisi oleh public figur kondang .Seorang dosen dan konsultan keuangan, sebut saja Prita Ghozie. Di channel inilah saya menyoroti topik menarik yang sedang saya pelajari, tips jitu atur keuangan ala Prita Ghozie. 

Merasa harus banyak belajar soal keuangan deh, sejak menjadi ibu rumah tangga saya merasa management keuangan harus lebih ketat. Meski terbiasa hidup irit sejak jaman kuliah, merasa uang cepat habis ketika akhir bulan, sehingga membuat pening dikepala. Hhhha...

Hal ini terasa banget ketika benar-benar menjadi ibu rumah tangga yang mana pemasukan uang hanya dari suami. Sangat beda yang saya rasakan ketika dulu masih mengajar jadi lumayan punya penghasilan pribadi yang cukup untuk ditabung sebagai simpanan hari tua. Sekarang belum bisa nabung setiap bulannya. Masih dikisaran cukup. Alhamdulillah.

Meski masih punya simpanan tabungan yang bisa diambil seenaknya, saya kekeh untuk tetap disiplin menggunakan uang belanja. Hidup prihatin dan makan dengan menu seadanya. Bukan melas ya, ini sudah kesepakatan bersama dengan suami.

Sebelum menikah dan sesudah menikah tentu ada perbedaan membuat pos-pos keuangan. Saat masih single loyo sedikit ketika kehabisan uang bisa deh ya minta sama orang tua. Sekarang, mau minta suami tetap saja mikir. Karena kebutuhan buat kedepannya selalu berderet. Maklum, cicilan rumah belum selesai. Sedangkan anak masih batita dan dewasa nanti pun butuh biaya sekolah buat masa depan anak.

Kalau dipikir memang mumet sih ya. Namun, ketika sudah mempersiapkan sejak dini pos keuangan terutama tabungan, beban hidup tentu tidak akan parah. Karena dana daruratpun harus dipunya. 

Soal Pengelolaan Uang, Butuh Kerjasama Dalam Tim

Apa, tim ?

Skala besar ya ?

Tidak kok, dalam rumah tangga kan ibarat suami dan istri itu tim yang harus kompak. Terutama dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga. Kalau kami sih, yang manage uang utama dan segalanya adalah suami. Hhhhe, 

Sejauh ini tidak begitu pusing banget soal cicilan dan lain-lain. Suami yang urus ini. Tetapi, secara diam-diam pun saya punya persiapan dana untuk keberlangsungan hidup. Hal ini tentu saya utarakan kesuami. Namun, soal nominal itu rahasia saya dong . 

Sebab itu, sebelum kami menikah pun suami sudah mengutarakan penghasilannya, dan memplotkan semuanya. Saya sih percaya saja. Bahkan soal cintapun saya titipkan sama Allah kok. Tidak perlu risau soal hati. Bagiku hukum karma akan berlaku. (Bahas apaan sih ini ?). Intinya saling percaya saja. Karena kalau uang kurangpun saya masih minta suami kok. (Ngeles)

Alasan : Kenapa Hunting Ilmu di ZAP Finance ?

Meski suami lebih pandai soal menata keuangan, saya merasa butuh ilmu ini. Biar saldo menggendut. Doakan ya. Sejak tahu sosok Prita Ghozie di instagramnya saya tertarik buat mengikuti medsosnya. Banyak tips yang dibagikan. Dan ketika ingin penjelasan lebih, saya search saja di YouTube. Ternyata ZAP Finance punya channel bagus yang concern membahas hal penting ini. Dan yang sering ngisi di channel itu ya Prita Ghozie dan tim.

Tak ingin memiliki kisah yang sama dengan masa lalu orangtuaku. Terjerat hutang yang mengakibatkan kami tidak punya rumah. Sejak dini sebelum menikahpun saya bicara pada diri sendiri. Tidak mau berhutang ke siapapun dalam kondisi apapun. Semoga kami bisa terhindar dari jeratan hutang. Amiin

Alasan lain, karena ketemunya akun ZAP finance dan merasa cocok dengan tips yang dibagikan ya saya subscribe saja sebagai bahan menambah ilmu.

3 Tips Jitu Atur Keuangan Ala Prita Ghozie

Sebenarnya rumus jitu yang dibagikan ZAP Finance ini ditujukan untuk kaum yang punya gaji pas-pasan. Kayak saya yang masih dengan gaji di bawah UMR. (Tetap Alhamdulillah). Sedikit curcolan gaji dibawah UMR saya kemas dalam artikel lomba bersama ASUS. 

Tips yang dibagikan ini juga tergolong mudah dipahami, namun butuh konsisten tinggi dalam penerapannya. Biar kita merasakan yang namanya kebebasan finansial, budgeting adalah kunci. satu point' utama yang saya simpulkan dari apa yang disampaikan Prita Ghozie adalah disiplin budgeting. Tujuan dari budgeting ini adalah untuk mengetahui pos-pos pengeluaran kita untuk apa saja. Sehingga sudah punya gambaran uang digunakan untuk apa saja.

Tips kelola gaji pas pasan

Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam hal ini, yaitu konsep Living menggunakan 50 % dari gaji yang kita dapatkan. Saving menggunakan 30% dari gaji bulanan dan playing sebesar 20% dari gaji kita. 

Supaya disiplin dalam budgeting, disarankan mempunyai rekening

Supaya disiplin dalam budgeting, disarankan mempunyai rekening. Dan rekening inipun idealnya dibagi menjadi dua ya. Pertama, rekening tabungan untuk menyimpan gaji, dana darurat dan membayar tagihan. Sedangkan rekening kedua sebagai dompet elektronik untuk shoping dan lain sebagainya yang masuk kedalam pos playing.

Apa yang harus diprioritaskan dengan gaji pas-pasan ?

Kita ketahui bersama bahwa secara teori pun sandang, pangan dan papan punya urutan mana yang harus didahulukan. Sebab itu, prioritas dalam menggunakan keuangan harus disiplin sejak dini. Memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan perut sudah pasti menjadi hal yang diperhatikan. Soal pakaian tentu hal ini juga bisa diatur. Tak perlu menggunakan pakaian yang mewah. Dan yang terakhir adalah soal tempat tinggal. Disesuaikan dengan kemampuan. Jikalau gaji masih pas-pasan bisa menyewa atau beli sendiri jika memang ada dananya. 

Setelah tahu prioritas, tidak mungkin kan kita memenuhinya dalam satu waktu. Sebab itu mengurutkan kebutuhan dengan kemampuan finansial kita. 

Kesalahan apa yang umumnya dihadapi oleh orang yang punya gaji pas-pasan ?

1. Belanja

Pertanyaan umum yang sebenarnya jawabannya sudah kita ketahui bersama. Masyarakat kita terbiasa dengan budaya konsumtif. Membeli barang yang sebenarnya tidak perlu berlebihan untuk dibeli. Ibarat beli aksesoris 100 buah yang mana jika dipakai tiap hari pun bisa dalam jangka waktu setahun lebih aksesoris itu bisa kepakai. 

Apalagi dengan adanya kemudahan dalam shopping online. Tinggal cekout saja barang akan dikirimkan ke alamat. So, butuh disiplin tinggi dan mulai merubah konsep membeli sejak sekarang. Kalau saya sih, membeli barang ketika butuh. Meskipun sedang ada diskonan tapi kita tidak butuh ya seharusnya kita tidak beli. Ibaratnya begitu. 

Kalau beli dengan imbuhan kata mumpung diskon, kadang malah membuat diri kita khilaf berbelanja. Apalagi jika diskonan ini diketahui oleh kaum emak-emak. Bawaannya ingin check out saja. 

2. Cicilan

Adanya kemudahan cicilan kadang membuat kita rentan untuk menahan. Apalagi kemudahan pinjaman online yang sekarang marak, rasa ingin tinggal klik saja deh. Padahal setelahnya, justru malah menambah beban karena bunga yang cukup tinggi. Wajar, generasi millenial penginnya instan.

3. Kesulitan untuk menahan diri

Sebenarnya segala hal yang bersifat investasi dan menabung itu membosankan. Karena butuh waktu yang tidak sebentar dan waktu menunggu yang lama. Kadang inilah yang membuat kita kesulitan menahan diri untuk mempertahankan atau mengambil uang yang sudah kita poskan untuk tabungan/investasi.

4. Masalah sosial

Hidup diluar kemampuan finansial kita kadang bukan untuk memenuhi kebutuhan. Tapi ikutan trend biar diakui oleh sosial. Inilah hal yang sering membuat khilaf seseorang.




Semoga bermanfaat ya. Kalau teman-teman bagaimana nih dalam mengelola keuangan dengan gaji pas-pasan. Boleh dong komentar di di bawah 😊







Sumber referensi 

https://pritaghozie.com/prita-ghozie/

https://youtu.be/mBeHtW-S-wU






Posting Komentar

2 Komentar

  1. Waaah 30% saving, ya, menarik. Ah iya, memang untuk membentengi keinginan-keinginan berlebih perli usaha dan kesabaran, ekstra heuheu.

    Aamiin, mbak, semoga tambah gendut saldo kita, ya ^^ Keren nih, topiknya memanaje keuangan

    BalasHapus