Ganti Judul dan ALt sendiri

Karies Gigi Pada Anak, Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Pembahasan yang menarik malam itu, serba-serbi karies gigi pada anak dalam komunitas bingkai asuhan. Tepatnya, pada hari kamis (16 Desember 2021). Kuliah whatsapp rutin yang kami adakan untuk member bingkai asuhan.

Karies Gigi Pada Anak, Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Yang saya kelola bareng trio teman sesama parenting enthusiast. Nah, karena bulan desember lalu bertepatan dengan milad Bingkai Asuhan yang ke-satu, banyak kulwap yang kami adakan. Salah satunya terkait  serba-serbi karies gigi pada anak. Yuk baca sampai bawah ya☺️

Karies Gigi Pada Anak Itu Bagaimana Sih?

Hal yang tak bisa diremehkan ya mak, karena keries gigi itu bisa merusak struktur gigi yang disebabkan oleh bakteri dan makanan yang melekat pada gigi. Kalau tidak rajin gogok gigi pasti sisa makanan tambah banyak, dan jadi sarang bakteri?, hiiii.

Karies itu tidak menyerang email gigi, namun merusak struktur gigi lebih dalam. Biasa disebut dentin dan jaringan pulpa (yang berwarna merah).

Jaringan pulpa itu ibaratnya nyawanya gigi, berisi pembuluh darah dan juga saraf gigi. Tidak bisa membayangkan, jika kita bisa melihat bagaimana dalamnya gigi kita yang karies. Merasakan sakit gigi saja nyut-nyutan ya mak. Bahkan sampai ke ubun-ubun. Apalagi jika benar-benar bisa terlihat oleh kasat mata bagaimana bakteri menggerogoti nyawa gigi. Sebab itu penting banget melakukan pencegahan sejak dini.

Bagaimana Terjadinya Karies Gigi ?

Mungkin sudah diketahui bersama, salah satu faktor pemicu karies gigi itu adalah makanan manis. Ye,kan ? Dan itu sangatlah benar. Apalagi jika makanan manis yang menempel di gigi lama tidak dibersihkan. Sudah pasti menjadi santapan lezat  bakteri. 

Dimana bakteri itu nanti yang akan merubah rongga mulut menjadi asam sehingga struktur-struktur email pada gigi lepas. Wah, apa akan terus dibiarkan begitu mak? para bakteri tersenyum lebar merusak gigi-gigi kita.

Gigi ini benda mati ya, bukan seperti tulang manusia yang bisa diperbaiki. Kalau kata dokter Oktri pecinta warna pink, lebih baik mempertahankan gigi asli dari pada gigi palsu. itu tandanya kita disuruh untuk menjaga dengan baik titipan yang Allah berikan. Salah satunya dengan merawat gigi agar tidak karies. Terlebih pada balita, karies gigi pada balita pasti sangat mengganggu ya.

Tidak bisa mengunyah makanan dengan baik, sehingga pencernaan bekerja keras untuk mengolah makanan yang sudah masuk kedalam tubuh. Problem yang tak bisa diremehkan.

Apa Yang terjadi Jika Karies Gigi Pada Anak Dibiarkan ?

Pembahasan yang menjadi catatan penting, karies gigi pada anak bisa berefek panjang hlo.

1. Sakit gigi berkelanjutan.

Kalau yang sudah pernah merasakan sakit gigi, pasti tidak mau dong ya sakit gigi kedua kalinya, dan seterusnya.  Karena tentu menyiksa. Bahkan bisa sampai demam dan bengkak. Coba kalau itu terjadi pada sang buah hati? potek hati emak. Dan tentunya kariesnya sudah sangat dalam sehingga menyerang jaringan pulpa. 

2. Infeksi akut dan kronis

Ibaratnya begini, jika tangan luka karena tergores pisau dan tidak segera diobati pasti akan bertambah parah kan ?. Nah, sama dengan karies  gigi pada anak , jika tidak ditambal ya semakin lama akan merusak. Dan menimbulkan permasalahan lain.

3. Gigi susu lepas lebih awal

Jika gigi susu lepas sebelum waktunya, bisa ditebak apa yang terjadi kemudian hari?. Jangan anggap mumpung masih kecil ya Mak, tidak apa-apa karena nanti pasti akan tumbuh gigi baru. Eits, hilangnya gigi sebelum usianya jadi penyebab utama gigi tumbuh jadi tak beraturan. Miringlah, berdesakan lah dan sebagainya.  

4. Kesulitan makan karena sakit

Efek ini ya Mak yang biasanya kita udah tahu. Anak GTM saja sudah pusing tujuh keliling, apalgi sakit gigi. Ya Allah. 

Hingga jadi penyebab anak nggak mau makan, sakit berkepanjangan sehingga asupan nutrisi berkurang. semoga tidak sampai begini ya.

5. Hilangnya kepercayaan diri anak

Saya pernah mengalami hal ini, bahkan sampai sekarang. Usia masih bisa dikatakan muda tapi gigi banyak yang hilang. Benar memang, apalagi jika anak kecil yang sering main bareng temannya. Pasti ada rasa malu dan sebagainya. 

Jika dirunut panjang ya Mak, efeknya.

6. Terganggunya perkembangan bicara

Ibarat kayak bayi ya Mak, apabila hilang gigi depan lebih awal dikarenakan karies dapat terjadi gangguan fonetik saat pengucapan huruf D, F, N, R, T.  Pelafalan jadi kurang jelas.

Kok ya berasa gimana gitu ya, Masha Allah. 
PR banget bagi orangtua untuk tetap menjaga kebersihan gigi anak. Biar tidak karies lebih awal. 

Karies Gigi Pada Anak, Lakukan Pencegahan Sejak Dini
gambar dari narasumber saat sesi

Bagaimana Cara Mencegah Karies Gigi  Pada Anak?

Edukasi orang tua/care giver sangat penting mak, karena di sini peran orang tua harus mengajarkan sikat gigi kepada si kecil. Sungguh PR yang juga butuh effort besar (kalau aku). 

Dengan bernyanyi, gosok gigi bareng sampai mencari sikat gigi yang lucu-lucu dengan brush sesuai usia masih ada aja alasan dari si kecil. Hmm, Orang tua sebagai role model anak-anak dan harus bisa mencontohkan bahwa kegiatan sikat gigi itu menyenangkan sehingga si kecil tidak merasa tertekan dan bisa dilakukan bersama-sama. Sekaligus menjadi pengingat diri bab ini.

Kuncinya, pantang menyerah ya.

Langkah selanjutnya, rutin periksakan ke dokter gigi yang juga menjadi cara preventif agar tidak terjadi karies ya mak. Sejak dini mengenalkan anak buat periksa ke dokter gigi malah lebih bagus. Biar dia tidak takut. 

Nah, kapan sih bisa mulai memeriksakan ke dokter gigi? jawabannya, dari semenjak gigi pertama sudah tumbuh ya. Biar edukasi sejak dini pun terus berjalan. Mengingat gigi adalah bagian penting yang mempengaruhi kualitas hidup ke depannya. 

Mengapa ?, makan saja butuh dikunyah biar bagian tubuh yang mencerna makanan tidak terlalu berat dalam bekerja. Senyum juga butuh tampilan gigi yang enak di pandang mata. Bisa di bayangkan kan bagaimana saat kita melihat seorang senyum tanpa gigi yang indah? apalagi itu di usia yang belum tua. Semoga tidak terjadi pada diri dan keluarga kita ya Mak.

Saling mengingatkan. Tulisan ini dibuat untuk mengikat ilmu sekaligus reminder diri sendiri selaku orangtua.

Hal-Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan Agar Terhindari Dari Karies Gigi ?

Sejak si kecil dalam kandungan, saya merasakan beberapa kali gigi nyut-nyutan. Minum suplemen kalsium rutin ternyata sangat membantu. Dan berharap itu sebagai ikhtiar saya memenuhi kalsium anak. Biar kondisi giginya kuat, tidak seperti gigi saya. Usia 30an sudah hilang 4 gigi geraham. 

Nah, apa saja yang harus diperhatikan agar gigi tetap sehat, kuat dan tidak menularkan bakteri ke sang buah hati?

Satu, menjaga pola makan yang baik dengan memperhatikan gizi lengkap dan seimbang menjadi kunci kesehatan si kecil termasuk giginya. Makan buah-buahan, menghindari makanan yang manis seperti coklat, permen, dan es krim.  

Dua, menghindari satu alat makan dengan si kecil. Termasuk meniup makanan saat menyuapi anak. Bahwa rongga mulut orang dewasa lebih banyak bakterinya daripada si kecil 

Tiga, Pastikan sikat gigi rutin tiap pagi dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi berflouride. 

Karies Gigi Pada Anak, Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Ini tindakan yang dilakukan kalau ternyata gigi anaknya sudah ada yang karies ya mak. Tentunya diskusikan sama partner hidup dan kompromi sama anak juga saat ke dokter gigi. Tindakan apa yang terbaik untuk merawat gigi anak yang sudah karies. Yang jelas, gigi asli lebih berharga ya, daripada gigi lainnya. Hhhe

Apa saja tindakan yang dapat dilakukan untuk gigi yang karies ?

  1. Penambalan
  2. Perawatan saluran akar. Jika karies sudahdalam dan mengenai kamar pulpa (berisi pembuluh darah dan saraf)
  3. Pencabutan. Jika gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi (dilakukan setelah pemeriksaan radiografis dan pemeriksaan klinis oleh dokter gigi). Follow up dengan pemasangan space maintaner agar ruang gigi tetap terjaga sehingga gigi permanen dapat tumbuh dengan baik.

Karies Gigi Pada Anak, Lakukan Pencegahan Sejak Dini
gambar dari narasumber saat penyampaian materi

Nah ini salah satu contoh space maintainer. Ini dilakukan jika waktu erupsi gigi permanennya masih lama tetapi ada kondisi klinis yang menyebabkan gigi sanak harus dilakukan pencabutan. Tujuannya agar ruangannya tetap terjaga menghindari pergeseran gigi sebelahnya ke ruangan yang kosong tersebut yang bisa menyebabkan gigi tidak rapi.

Sekian ya mak, semoga bermanfaat. Artikel ini ku buat juga sekaligus sebagai reminder diriku sendiri. Yang merasa telat tahu bab merawat gigi. Setelah tahu dari ahlinya langsung, jadi wory dan cukup memberikan edukasi bagiku. Semoga yang membaca artikel ini juga demikian.

Related Posts

5 komentar

  1. Jadi ingat dulu, waktu anak-anak masih balita, gak pernah saya izinin kalau minta permen, coklat dan sejenisnya. Salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya karies. Selain itu membiasakan sikat gigi sebelum tidur juga penting. Alhamdulillah, ketiga anak saya belum pernah kena karies gigi.

    BalasHapus
  2. Anak saya ada yang karies. Pas diperiksa dan ingin dicabut sisa giginya, katanya harus menunggu usia 7 tahun dulu. Jadinya nunggu dulu

    BalasHapus
  3. Baca ini langsung teringat anak ketiga..
    Giginya sudah banyak karies..hiks...
    Makasih ya mba sharingnya..

    BalasHapus
  4. Keren banget mb kulwapnya bingkai asuhan. Materinya juga ga kaleng-kaleng, relate sama keseharian kita dan sangat penting untuk diketahui oleh orang tua. Tahu sendiri lah bagaimana anak-anak bersahabat dengan yang manis-manis

    BalasHapus
  5. Wuah, baru tau kalau sebaiknya kita beda peralatan makan sama anak. Kadang sambil makan sekalian nyuapin anak juga

    BalasHapus

Posting Komentar