Ganti Judul dan ALt sendiri

Self Love, Cara Ibu Menciptakan Rasa Bahagia

Seorang ibu melaju dengan kecepatan hampir mendekati 150km/jam disebuah jalan tol. Mengemudikan mobil bersama dua anaknya yang masih kecil. 

"Bunda, pelan-pelan!, teriak dan tangisan dari anak lelaki sulungnya ". Meminta agar menurunkan kecepatan laju mobil.

Sang ibu menolak. Justru meninggikan nada dan berkata, "kalian ingin bunda mati saja kan, kalian ingin bunda menabrakkan mobil. Ini kan yang kalian mau?". Mereka kompak menjawab, "tidak bunda". 

Entah apa yang merasuki emosi sang ibu ini. Hanya karena terpantik emosi oleh tantrum anak gadisnya di pagi hari jadi naik pitam

Sudah berjanji tidak mengulangi nya lagi, kenyataannya hari berikutnya diulangi.

(Pulih, Hal :1) 

self love cara ibu menciptakan rasa bahagia
Ujung tonggak pengasuhan pada enam tahun pertama merupakan kunci keberhasilan orangtua menanamkan karakter anak sejak dini. Jika salah dalam pengasuhan, lalu apa yang terjadi di kemudian hari ?

Baik disadari atau tidak disadari anak adalah peniru ulung. Diam-diam mereka mengamati, merekam  lalu mengaplikasikan kemudian hari. 

Cerita diatas merupakan kisah nyata yang saya baca dari buku pulih. Perjalanan seorang ibu yang bangkit dari masalah kesehatan mental.

Hanya perkara masa lalu yang belum terselesaikan, ini menjadi boomerang pengasuhan dikemudian hari. Apa yang harus disadari oleh seorang ibu ? Bagaimana cara berdamai dengan masa lalu itu ?

"Pengasuhan yang buruk di masa kecil akan membuat ibu mengulang pola yang sama jika mengasuh tidak dalam kesadaran. Menyadari emosi, menyelesaikannya lalu membentuk pola yang baru akan memberikan dampak yang lebih positif pada anak.'

~IMH, Catatan Pulih~

Memahami Diri Sendiri Dengan Cara Self Love

Perasaan tidak mencintai diri sendiri hadir, disaat saya oleng dalam menikmati peran menjadi ibu baru. Yang ternyata itu cukup membuat pukulan berat dalam hidup, hingga berpengaruh pada proses pengasuhan.

Tidak hanya ibu beranak dua yang lakonnya saya baca dalam buku pulih, ternyata sayapun kurang lebih mengalami hal  sama. Ada suatu  kejadian yang masuk dalam limiting belief sehingga tanpa sadar kondisi tersebut terekam dalam otak.  Membuat saya susah bergerak. Lambat melakukan move on dan bahkan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.

Menyadari betul, dan saat ini saya berusaha bangkit dari kesehatan mental yang menempa diri ini. Ada puing-puing yang tersisa dan butuh diobati. Pendek kata, saya mengalami insecure. Sepanjang perjalanan itu, saya kurang mengapresiasi diri. Sampai lupa kepada diri sendiri, bagaimana saya mencintai dan menghargai diri sendiri.

Hanya demi anak, saya melupakan mental healthy sendiri. Yang ternyata ini seharusnya tidak boleh terjadi. Step ini yang sebenarnya salah, tidak memperbaiki diri dulu hingga tanpa sadar terlampiaskan ke orang lain (anak). Sehingga berakibat pada pengasuhan.

self love cara ibu menciptakan rasa bahagia

Memahami diri dengan sebaik-baiknya adalah kunci. Mencintai dan menghargai diri sendiri baik dalam keadaan buruk maupun dalam keadaan baik butuh kesadaran dalam hati. Dan itu yang sering kita sebut sebagai self love.  

Kalau saya menyebutnya dengan istilah mengucap rasa syukur. Yang kemudian kita amalkan dalam perbuatan. Tidak menyesali apa yang sudah terjadi dan mengapresiasi diri terhadap pencapaian yang telah diraih. Diiringi cara pandang berfikir positif terhadap suatu kejadian yang mendukung pertumbuhan fisik, emosional dan mental. Self love, cara ibu menciptakan rasa bahagia

Apa Hubungannya Self Love Dalam Pengasuhan ?

Insecure hadir, saat awal menjadi ibu baru. Komunikasi yang kurang baik dengan suami membuat saya terjerat dalam kondisi yang mengikat. Bisa dikatakan toxic. 

Alhamdulillah lambat laun keadaan membaik. Dimanapun dalam pengasuhan pasti menemukan tantangan-tantangan. Ada gesekan dengan suami, itu wajar. Ada kendala saat mendidik anak itu sudah biasa. Tapi bagaimana caranya kita (sebagai ibu) mengemas suatu kondisi yang tak mengenakkan itu menjadi sebuah lahan untuk belajar, berbenah diri dan lebih dewasa untuk menghadapinya. Tanpa meninggalkan sisa rasa di hati yang membuat cerminan apa yang sebenarnya di alami. Rasa dendam, marah, kecewa dan perasaan negatif lainnya.

Tak selamanya mulus memang. Kunci semua itu tentu ada pada seorang wanita, yaitu ibu.  Sebab itu, penting seorang ibu menjaga kewarasan agar selalu bahagia. Jangan mudah menyerah dengan keadaan, apalagi cenderung menyalahkan diri sendiri. Tidak baik, lebih bagus komunikasikan dengan suami. Berasa ngomong sama diri sendiri ya. Menyampaiakn rasa terimakasih ke diri sendiri juga penting,nyatanya.

self love cara ibu menciptakan rasa bahagia

Dengan mencintai dan menghanrgai diri sendiri, seseorang bisa memotivasi diri dalam hal membuat pilihan yang sehat sehingga mempengaruhi kualitas hidup kedepannya. Jika ibu bahagia, fisik dan mental seorang ibu pasti terpancar bahagia. Sehingga bisa melakukan pengasuhan dengan benar. 

Menyelesaikan Emosi (Ibu) Dahulu, Menyelesaikan Emosi (Anak) Kemudian

Tugas orangtua dalam prinsip pengasuhan adalah menjadi orangtua teladan, mengingatkan dan memperbaiki melalui tiga pintu yang bernama sabar, kasih sayang serta konsisten dan kongruen. 

Memberikan contoh perilaku yang baik, membenahi suatu hal ketika ada sikap yang memberikan tanda akan kerusakan. Ibarat rumah yang dibangun dengan susah payah, ketika ada bagian atap yang bocor, atau tembok mengelupas harus diperbaiki. Biar rumah tetap nyaman dihuni oleh yang punya. Begitu bukan?

Bisa di katakan, selama ini saya mendidik masih berbalut dengan emosi yang belum tuntas saya selesaikan sendiri. Ada kejadian yang masuk dalam limiting belief diri, yang mempengaruhi tindakan. Hingga saya menangkap masih terdapat amarah yang di copy oleh si kecil. Dan saya menyadari hal itu, bagian dari kesalahan yang saya lakukan.

Ubah diri sendiri dahulu sebelum mengubah anak-anakmu.

Kunci utamanya, selesaikan emosi (ibu) dahulu, anak kemudian.  Satu hal bak neraca timbangan. Ketika emosi naik, logika pasti turun. Begitu juga sebaliknya, itulah mengapa dalam keadaan emosi tidak boleh mengambil keputusan. 

self love cara ibu menciptakan rasa bahagia

Nah, poin ini yang saat ini sedang kupelajari. Tidak ingin membuat rumit kedepan, apalagi si kecil semakin besar. Saya meyakini, teladan apa yang kita (orangtua) tanam diusia emas, pasti berdampak pada anak saat mereka mulai dewasa.  Sebab itu, tahun ini mulai berbenah. Menyelam lebih dalam dan mencoba mengurai benang yang terlanjur kusut. 

Statement tersebut begitu kerasa ya, seringkali seorang ibu menutupi apa yang dirasakan tanpa memperhatikan kondisinya. Sehingga tanpa disadari kondisi psikisnya mempengaruhi tindakannya. Emosi itu menular, maka sebagai ibu yang baik dan sadar akan hal itu sudah menjadi kewajiban untuk menyelesaikan emosinya diri dahulu. 

Self Love : Cara Ibu Menciptakan Rasa Bahagia

Ada banyak cara bagi seseorang mewujudkan rasa cinta pada dirinya sendiri. Salah satu upaya mengapresiasi diri seorang ibu menciptakan kebahagiaan dalam diri. Menggapai #hidupseutuhnya

Sadar, adalah hal utama yang wajib dimengerti. Mulai dari membuat pilihan, memahami resiko dan manfaat apa yang akan didapat dari usaha mencintai dan menghargai diri sendiri (Self Love).

self love cara ibu menciptakan rasa bahagia

Ini dia tips yang bisa anda lakukan untuk tetap waras menjalankan peran seorang ibu. Self Love, Cara Ibu Menciptakan Rasa Bahagia. 

1. Bersyukur

Langkah pertama, ajak diri untuk mengucap rasa syukur. Mulai bangun tidur, sampai tidur lagi. Luangkan waktu minimal 5 menit, dengan meraba diri sendiri. Seperti anda memeluk pasangan (halal) ucapkan kalimat positif agar milyaran sel dalam tubuh terkoneksi. Memberikan signal positif menyambut hari dengan rasa senang. 

2. Membaca Buku

Buku adalah teman terbaik disegala kondisi. Tak pernah protes dengan keadaanmu. Bahkan isi buku bisa jadi penerang hati. Bisa bikin ngakak, sedih, melow, atau membuat dirimu bersemangat.

Memilih sumber bahan bacaan yang cocok dan kita butuhkan adalah penting. Daripada cerita kepada orang lain lebih baik membaca buku. Seperti pepatah mengatakan, bacaanmu menentukan arah pikiranmu.

3. Mendengarkan Musik atau Nonton Film/Video

Seorang ibu yang berkutat dengan serentetan pekerjaan rumah memilih mendengarkan musik atau nonton film/video bisa menjadi hiburan. 

Komunikasikan dengan baik pada pasangan, biar sama-sama saling memahami. Demi menjaga kewarasan seorang ibu. Mengembalikan mood  agar pikiran tidak mudah ambyar.

4. Pahami Diri Sendiri dan  Koreksi Diri

Tugas mendidik anak adalah tugas bersama. Kerja tim yang baik antara suami dan istri. Saat ibu merasa tak baik-baik saja yang ditandai dengan mudah marah, teriak-teriak, mudah sensitif, ngomong dengan nada tinggi, dll segera lah ambil tindakan.

Jangan sampai kondisi tersebut terus berulang sehingga tanpa disadari perilaku yang dimunculkan menjadi makanan rutin bagi sang buah hati. 

Ambil jeda, tarik nafas perlahan kemudian hembuskan.  Segera berbenah diri. Dengan jurnaling (melakukan pencatatan) rutin bisa menjadi jurus ampuh dalam mengelola emosi. 

Mencatat apapun (perasaan) yang ibu alami. Melihat minimal enam bulan ke depan, apa saja yang telah dilakukan. Jika mengundang dampak buruk ya coret. Jika menuai kebaikan berarti dilanjutkan.

Jadi, bisa terukur. Sikap mana saja yang masih mengundang emosi, serta bagaimana mencari jalan keluarnya. 

5. Komunikasi Efektif Dengan Suami

Membina maghligai rumah tangga belum lama memang, sebab itu komunikasi efektif masih menjadi PR. Yang jelas, tidak seperti di awal pernikahan. 

Apalagi menjalani long distance marriage, balik seperti pertama menikah. Bumbu-bumbu rumah tangga tetap ada.  Menjaga ruh kelurga tetap utuh sehingga semua peran dilakukan dengan nyaman.

6. Mendekat Kepada Pemilik Hati

Seringkali jika saya merasa penat, jenuh dengan apa yang ada dihadapan saya nyari waktu untuk menyendiri. Memikirkan apa yang terjadi demi mendapat solusi.

Selain itu kembali bersujud, berdoa dan mendekat meminta sepuasnya kepada sang pemilik hati untuk memudahkan segalanya. Yaitu Tuhan yang menciptakan segalanya.

Penutup

Saya yakin, seorang ibu pasti ingin melakukan yang terbaik bagi keluarganya. Mendidik generasi emasnya untuk menjadi pribadi tangguh, bermanfaat bagi sesama. Namun, tentu semua butuh upaya yang benar-benar dilakukan oleh seorang ibu seutuhnya bersama pasangan hidup. Menjalani perannya penuh dengan rasa syukur dan bahagia. 

Tidak mencampur adukkan emosi yang dialami, tanpa melakukan evaluasi diri yang nantinya bisa berdampak pada pengasuhan. Memahami diri dahulu, menjalani pengasuhan dengan hati yang menyenangkan kemudian. Perlakukan dirimu, seperti ketika kamu ingin menolong orang lain (anakmu). 

Muara pikiran kembali  pada diri sendiri. Mencintai dan berdamai dengan diri sendiri adalah kunci, lakukan dengan konsisten untuk terus menjadi pribadi  yang baik. Tanpa mementingkan egoisme semata. Menjaga kesehatan mental demi menangkap momen membahagiakan yang kelak akan kita panen sesuai dengan usaha keras masing-masing.

Tetaplah bersyukur dan teruslah berbenah. Menjadi orangtua teladan untuk putra-putri dirumah. Besar harapan saya, tulisan ini kelak menemukan muaranya. Jika diberi kesempatan demi mengobati luka ini, saya ingin mendapatkan layanan mentoring dan layanan konsultasi di Satu Persen. Startup pendidikan yang menyuguhkan beragam informasi terkait pemahaman diri dan tips menarik lainnya yang berkaitan dengan kehidupan. Yang belum pernah diajarkan di sekolah dan masyarakat luas. 




Tulisan ini diikutsertakan dalam #SatuPersenBlogCompetition




Sumber Referensi :

satupersen.net

buku Pulih

Related Posts

2 komentar

  1. Permasalah klasik, namun tetap menjadi perhatian bersama adalah penguatan diri orang tua. Memahamkan posisi didi orang tua dihadapan anak-anak. Mereka bukan objek kita, mereka sama-sama subjek yang perlu kita ajari bagaiaman hidup, bagaiaman agar tidak membuat kita emosi negatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. klasik memang pak, dan semoga para orangtua masa kini aware akan hal ini ya. terimakasih sudah berkunjung

      Hapus

Posting Komentar