Ganti Judul dan ALt sendiri

Jurnal Belajar Anak : 6 Bulan Pertama Bermain Di Daycare, Bagaimana Respon Anak ?

Penghujung akhir tahun, membereskan beberapa hal yang memang sudah menjadi prioritas (terutama). Menuliskan jurnal anak, rutinitas per tiga bulan yang sudah saya sepakati di awal.

Jurnal Belajar Anak : 6 Bulan Pertama Bermain Di Daycare, Bagaimana Respon Anak ?

Kali ini menulis bab jurnal belajar mas Andra, yang sedikit saya rapel alias borongan nulisnya. hhhhe. Nggak melulu soal ngeblog dan impian kedepannya. Bab penting terkait perkembangan anak juga penting untuk dicatat.

Juni - September 2021 : Awal Adaptasi Anak Di Daycare

Tepatnya pertengahan Juni, saya dapat panggilan sekolah untuk masuk kali pertama. Dikenalkan dengan guru lainnya. Kondisi masih Corona sedang memuncak-muncaknya. Alternatif  utama, saya menitipkan mas Andra ke fulldaycare terdekat.

Sudah survey dan mengajak Mas Andra ke daycare yang menjadi tempat terbaik baginya saat emak kerja. Nggak ada sanak saudara, orang terdekat pun tak ada, menitipkannya di penitipan anak solusi terbaik kami.

Kudu tegas memang, soal rengekan anak saat ditinggal emaknya pergi bagian dari fitrah. Bahwa orang yang paling dekat dengannya meninggalkan dia untuk sementara. Nangis kejer, wajar. Point' pentingnya, bagaimana dia merasa ada orang kedua yang membuatnya nyaman saat emaknye tak ada. Itu yang harus difahamkan.

Selama perjalanan awal menempatkan mas Andra di fulldaycare kediri penuh drama Mak. Tiap kali saya pamit dia nangis. Pada intinya pintar-pintarnya kita mengalihkan (tanpa berbohong) dan menggiring hatinya tetap senang disana.

Selama tiga bulan, tiap saya pamitan pasti dia nangis. Setelahnya diam kok, karena ditangani oleh pengasuh ahli dan disana ada banyak teman sebaya mas Andra juga.

Bismillah, pasrah sama Allah saya menitipkan amanah anak pertama ini ke sini. Walau sebenarnya sebagai emak juga ingin yang terbaik bagi anak. Anak ditinggal kerja dia tidak rewel. Ya kan ?

Saat ditinggal Emak, Andra Nurut.

Saya berusaha mengatur hati dengan sebaik-baiknya, supaya koneksi tidak nyambung ke anak. Emak tenang, anak pasti tenang. Saya meyakini hal ini. 

Saat emak tidak ada disebelahnya, mas Andra nurut. Mau makan, main, dan dia berusaha menemuka ritme bermain dengan teman barunya. Saya faham kondisi ini.

Mas Andra termasuk typikal anak yang loading lama soal adaptasi. Jika dia belum kenal siapa itu, bagaimana lingkungannya dia pasti lebih banyak diam. 

Sampai emak saja heran, ini anak disekolah diam tapi kalau dirumah ceriwis. 

Tantangan Awal Mas Andra Bermain di Fulldaycare Kediri

Saya menyebutnya tantangan ya, karena memang benar kok. Menantang banget. Dia belum nyaman tidur siang bareng temannya di kamar. Dia masih bingung mengawali tidur siang tanpa emaknye. Sering nangis. Laporan ini yang saya dapat dari pengasuhnya. 

Oke, nggak apa-apa.

Kondisi ini berjalan cukup lama, sebulan lebih baru bisa bobok siang tanpa drama. 

Saat belajar bagaimana ?

Sebenarnya, saya milih fulldaycare sahabat sinar alam karena ngepaske jam masuk, fasilitas yang didapat dan melihat pengasuhnya juga. Semua kembali ke personal masing-masing ya. Pernah saya ulas kok, terkait saya memilih fulldaycare ini.

Kebetulan, fulldaycare yang saya pilih buat mas adnra semi playgroup. Jadi ada jadwal mengaji, belajar kayak anak paud di pagi hari.

Pada tiga bulan pertama, Mas Andra sering mogok belajar. Dia mojok di sudut tembok sambil meratapi nasib , heeee. Sedangkan teman-temannya asyik belajar. Bagaimana hati emak?, tentu remuk Mak.

Karena saya lebih fokus ke psikologis mas Andra. Bagaimana caranya mas Andra tetap gembira dan hatinya senang berada dirumah keduanya saat emak kerja.

Kondisi yang berlangsung cukup lama Mak, dia mogok belajar. Kalau makan, minum susu, mandi dan lain-lain insha Allah sudah aman. Cuma belajarnya ini yang dia belum mau. 

Lagi-lagi saya tidak memaksakan kok. Fitrah anak usia mendekati tiga tahun juga masih bermain, bermain dan bermain. Bahkan saya tidak mematok anak diusia tersebut pintar baca, tulis, mewarnai,menggambar, dll. 

Insha Allah, soal stimulasi terpenuhi. Yang jadi PR memang motorik halusnya yang masih kurang. Sejak kecil, mas Andra lebih suka kegiatan yang lebih condong ke motorik kasar. Seperti lari, melompat, kejar-kejaran. Hal berbau antheng yang bikin dia mau mewarnai, menggambar begitu dia tidak tahan lama. 

Orangtua butuh sabar dalam mensikapi perilaku anak yang kita anggap tidak sama dengan teman sebayanya, maksudnya ?

Jujur, saya sempat menggerutu dalam hati. Ya Allah, anak yang lain pada pintar ya. Saat emaknye pamit kerja dia say hallo dengan senyuman. Meletakkan sandalnya di rak sandal kemudian masuk rumah dengan riang. 

Gerutuan yang cukup panjang pernah menghampiri. Saya kudu ekstra sabar. Anak tidak sama perihal adaptasinya.

Saya sounding terus mas Andra. Berusaha memahamkan dia agar mau menerima keadaan dengan baik. Wajar, butuh pengulangan juga untuk memahamkan ke mas Andra. Karena usia 2-6 tahun memang berada di fase perkembangan bahasa yang lebih menonjol.

September 2021: 3 Bulan Pertama Berhasil Adaptasi Dengan Lingkungan Barunya

Seperti yang sudah saya sampaikan, tiga bulan baru bisa adaptasi. Ditinggal kerja emak, dia sudah aman. Nggak nangis saat berpamitan. 

Belajarnya bagaimana ? Alhamdulillah, sudah nggak mogokan lagi saat ada kelas. hhhhha. 

Usia 3 Tahun Bisa Nyanyi

Perkembangan yang cukup mencengangkan, mas Andra mulai bisa bernyanyi satu lagu penuh. 

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu itu nama-nama hari.

Rajin Sekolah lekas pintar ,anak yang pemalas tidak akan naik kelas

Bacanya sambil nyanyi ya, hhhe

Aktivitas sampai rumah setelah kami beraktivitas diluar, ngobrol tentang apa yang dialami itu hal wajib. Sebagai sarana mengajak anak berkomunikasi. Melihat seberapa jauh perasaannya tadi.

Tidak hanya bisa bernyanyi lagu itu, mas Andra juga bisa shalawatan, menghafal surat alfatihah, bisa doa mau makan, doa mau tidur.

Untuk mengaji, masih belum konsisten ya. Nggak apa-apa. Semua proses.

Untuk mewarnai, dll dia masih suka minder. Dan sering menyerah diawal. Sudah bunda saja yang buat. Kalimat itu yang sering terucap. Bikin gemas kan ya ? 😅

Momen Paling Mengesankan Awal Mas Andra Kenal Daycare

Emak mau melihat lagi, apa saja yang disukai mas Andra saat dia kenal daycare. Ada hal mengulik, bikin gemesh hingga memantik emosi.

  1. Awal saya kenalkan daycare, sehabis pulang dari tempat dia minta bakpao harga Rp 3000,- . Ini berlangsung hampir seminggu.
  2. Setelah bosan bakpao, dia minta donat. Ini juga sama, semingguan baru bosan. 
  3. Kadang minta eskrim. Kalau ini tidak selalu saya turuti ya. Bahkan mainan juga sama, sering merengek minta ini.
  4. Minta susu kotak saat dijemput emak pulang.
  5. Sebelum berangkat ke fulldaycare, pagi begitu minta jajan dulu.
  6. Kadang minta dimandikan dirumah, sebelum berangkat.
  7. Kalau mas Andra masih bobok, berangkat pagi saya gendong. 

Setelah bosan bakpao, donat, beralih ke bolu kukus ungu. Kalau ini hampir dua bulan maunya dibelikan bolu kukus pagi hari.

Pada intinya, jadwal anak sekolah harus dipalning dengan baik. Bagaimana kondisi hatinya, saat membangunkan dia, memahamkan dia bahwa emak bekerja. Biar tidak tantrum. Karena sering banget emak menghadpi mas Andra tantrum, hanya karena hatinya nggak sumringah dan dipaksa ke daycare.

Desember : Momen Yang Mengundang Gerimis

Bisa dikatakan, September, Oktober, November sudah aman. Desember saat suami pindah kerja, ada kondisi yang berubah dari mas Andra. Mas Andra menolak sekolah.

Ada aja yang membuat emak kudu strong. Sebelum berangkat sekolah dia drama dulu. Desember ini, lagi senangnya minta jalan lewat jembatan bandar. Jembatan gede dekat taman Brantas. Muter dulu sampai puas melewati Bandar Late, Taman Sekar Taji, Dan Taman Harmoni.

Minta ikut emak kesekolah finger print dulu, lihat ikan disekolah. Sampai sering emak gemesh. Ya Allah, sampai kapan kondisi begini.

Nurutin maunya anak, tiap pagi jadi merungsung. Kalau dipaksa nangis dan membuat waktu jadi lama. Huft...

Wis, pokok semeleh. Untungnya saat tantrum ini muncul agenda sekolah tidak ada pembelajaran karena sudah selesai Penilaian Akhir Semester. Sekarang, liburan. 

Entah bagaimana Januari nanti saat awal masuk pembelajaran. Pasrah dan semeleh ....

Hal Menjengkelkan Selama 6 Bulan Pertama

Point' penting dan jadi muhasabah diri ya. Bukan pamer kesedihan, tapi ini bagian dari refleks diri terkait jurnal belajar anak. Sekaligus catatan bagi saya untuk lebih baik kedepannya. 

  1. Saat dibangunkan paksa dia malah tantrum.
  2. Bangun pagi nggak nangis, saat mau berangkat nangis.
  3. Protes nggak mau sekolah, minta lewat jalan yang alurnya panjang 
  4. Motor digoyang-goyang karena di setengah perjalanan minta mandi.
  5. Bolu kukus nggak ada, minta beli dilain tempat.
  6. Nggak mau diantar ke sekolah saat di daycare masih sepi anak.

Sederet kondisi yang menguji emak. Bergelut dengan waktu dipagi hari bagaimana caranya biar tidak terlambat. Pendek kata, saya pun ingin semua berjalan normal, saya tidak terlambat ke sekolah. Anak dengan senang hati ke fulldaycare. Sehingga Semua terkondisikan dengan baik.

Hal ini yang saat ini masih jadi PR. Banyak hal yang harus diperbaiki dari jurnal belajar anak. Mengembalikan fitrah anak yang tak kusadari ada yang keliru selama ini.

Terimakasih mas Andra, sudah berproses dengan emaknya ini. Semoga tulisan ini bisa menjadi reminder emak untuk terus belajar.












Related Posts

Posting Komentar