Ganti Judul dan ALt sendiri

Noi, Muslimah Kece [Part I]

muslimah

Lahir sebagai anak kedua memang kudu mengalah ya soal nyari jodoh. Huft, punya kakak perempuan entah kapan segera menikah. Mami hanya memberikan restu kepada Noi kalau kakak nikah dulu. 

Tut...tut ....tut...

(Telfon ditutup)

Noi...Noi.

Hallo.

Hallo ...., tegas si Sisil

***

Noi seorang muslimah berkulit putih dengan postur tubuh bongsor. Kakaknya 10 cm lebih pendek dari Noi. Jika dibandingkan dengan kakaknya seakan kebalik mana adik mana kakak. Begitulah Noi, kerab dibanding-bandingkan dengan si kakak

Noi ini lebih multitalent memang. Selain cantik, dia seorang Hafizah. Lulusan santriwati asal Pondok Pesantren Putri Tembarak, Temanggung

Mengaji sudah menjadi makanan harian Noi.  Membuatnya mudah untuk masuk jalur khusus sebagai mahasiswa di Universitas Swasta yang ada di Jogyakarta. Yap, dia masuk lewat jalur khusus menggunakan prestasi hafal 30 juz membuatnya mudah diterima di jurusan Ekonomi Syariah, S1.

Tak heran jika Noi juga mendapat tuntutan dari Kampus untuk aktif di organisasi internal, memimpin liqo' setiap hari Ahad dan indeks prestasinya tidak boleh dibawah 3,5 selama delapan semester.

Suatu hal yang menantang bagi Noi untuk mempertahankan tuntutan dari Kampus yang telah ia sepakati waktu awal masuk. Baginya, itu adalah sebuah ujian seorang mahasiswa.

Tak heran, jika Noi disibukkan dengan statusnya yang tidak lagi pelajar. Mengikuti berbagai macam seminar, workshop, kajian rutin, broadcasting serta menjadi guru ngaji di TPQ dekat kosnya sudah menjadi kegiatan rutin yang harus Noi jalani.

*

"Kapan, aku punya pacar?"

"Apa, kamu bilang?

"Aku, pengen punya pacar, Sil

"Apa aku nggak salah dengar Noi?

"Beneran ini, aku butuh sandaran hati"

"sudah ah, mari kita tidur"


Sil, aku berangkat dulu ya. Aku ada jadwal dosen killer hari ini. Nanti kita ketemu di kantin lagi seperti biasanya.

(da......da.....melambaikan tangan)

(Noi beserta mahasiswa lain sedang belajar di dalam kelas)

Dosen : coba kalian sampaikan pendapatmu mengapa pacaran itu diperbolehkan? saya tunggu tugasnya besok pagi sudah terkumpul di meja ruang Bapak

"Sil, tahu nggak apa alasannya orang memilih pacaran?"

"dari kemarin kamu bahasannya pacaran terus Noi

"Aku ada tugas hari ini, dari Dosen killer yang ku maksud. Kami disuruh kasih alasan kenapa pacaran itu diperbolehkan. Gila kan, mata kuliah ekonomi syariah ada pembahasan konyol macam ini. Bagaimana nantinya dengan reputasiku sebagai mahasiswa Hafizah di Kampus ini"

"Mungkin kamu salah dengar Noi, tegas Sisil".

"Nggak lah, terpampang jelas kalimat itu di white board"

"Bukannya kemarin malam kamu juga ingin segera punya sandaran hati, Noi?, aku bingung deh dengan kamu"

"Pikiranku berubah, aku nggak mau pacaran sebelum lulus S1"

"jika ada cowok yang naksir lho, gimana?"

Noi beranjak dari tempat duduk dan bergegas membayar makan dan minum di Bu Kantin

***

Tugas hari ini  banyak sekali. Mana besok ada kegiatan kampus lagi. Aku harus segera merampungkan tugas-tugas yang deadline pengumpulan terakhir besok sore. Huft, bakal begadang lagi deh malam ini

Apalagi tugas dosen killer soal pendapat diperbolehkannya pacaran. Membuatku kesulitan untuk menjawab.

Aku jawab apa ya?. Tanya Sisil nanti juga bakal ditanya balik. Sebenarnya selama ini ada seorang yang PDKT sama aku, setelah curhat sama Mami, beliau nggak membolehkan dulu. Mami kasih reminder soal nyari jodoh itu nanti dulu.Biar fokus menyelesaikan studi dulu. Selain itu, kakak dulu yang harus menikah, baru aku. Menurut adat Jawa, nggak boleh adik perempuan menikah lebih dulu ketimbang kakak perempuannya. Noi merenung cukup lama.

Related Posts

4 komentar

  1. Noi, emangnya boleh ya pacaran dalam agama? bukannya harus dihindari?

    BalasHapus
  2. Wahhh menarik ini topiknya, lumayan berat untuk zaman sekarang xixi aku penasaran sama selanjutnya sih tentang pendapat Noi ini.

    BalasHapus
  3. Keren, kak, cerpennya, berjiwa muda banget. Dinamis seperti jalan cerita web series yg lagi In saat ini, hehe.

    BalasHapus
  4. Baca Noi jadi Nol masa wkwkwkwk
    Permasalahan yang diangkat menarik nih, karena masih banyak muda mudi saat ini yang begitu ._. sedih kadang dan bangganya mereka pamerkan di media sosial.

    BalasHapus

Posting Komentar