Ganti Judul dan ALt sendiri

Pentingnya buku Kesehatan Ibu dan Anak

Masih memperingati hari anak nasional yang bertepatan pada tanggal 23 Juli . Apa ya yang mau kutulis tentang si kecil?, pertanyaan itu tiba-tiba muncul . 

Sontak ide itu muncul dari buku pink yang wajib dibawa saat periksa kandungan, throw back momen 4 tahun lalu. 

buku kesehatan ibu dan anak

Ibu Hamil Wajib Punya Buku Pink

Aku typikal orang yang tertib untuk suatu hal. Bersyukur saat mengandung pertama kalinya semangat untuk melakukan apapun terus membara. Termasuk perihal kontrol kandungan ke dokter spesialis maupun ke puskesmas. 

Melalui buku pink yang sering disebut Buku kesehatan ibu dan anak aku dapatkan saat periksa di puskesmas Muntilan. Buku wajib yang dimiliki oleh setiap ibu hamil karena di buku ini berisi catatan penting terkait perkembangan janin dan ibu serta dilanjutkan pengisiannya sampai anak lahir dan berusia 5 tahun.

Buku pink ini ibaratnya jurnal yang berisi catatan lengkap terkait janin dan ibu. Rasanya jadi rindu pengen hamil lagi. Kangen kontrol ke dokter spesialis kandungan, cek BB , cek tekanan darah, UDG yang kemudian di beri vitamin oleh dokter. Seingatku aku dikasih vitamin bumil vitamin oleh dokter Heru kalau nggak salah namanya (hiii,lupa).

Recall Memory Cek Kandungan Anak Pertama

Ya, setiap kali aku cek kandungan pasti periksa ya ke RA Aisyiyah Muntilan. Rumah sakit terdekat hanya berjarak 5 menit dari tempatku mengajar kala itu. Biasanya aku kontrol kandungan tiap pagi atau kalau enggak ya sore. 

Seperti biasa aku mengambil nomor antrian dan duduk di ruang tunggu kamar periksa. Lumayan padat antriannya, maka dari itu berangkat awal sering jadi jurus andalanku agar aku tetap bisa mengajar di jam pelajaranku.

Setiap kali kontrol pasti ditanya sama dokternya," suaminya mana?"."Kerja, dok"."Kok enggak mengantar?, hla wong buatnya berdua kok periksanya sendirian"," long distance marriage dok, jawab dalam batinku. Hanya senyum yang ku tampilkan untuk merespon pertanyaan yang selalu ditanyakan dokterku. Hah 😆.

Selama periksa insha Allah kandungan aman. Bahkan nggak ada yang namanya disuruh diet. Hanya saja waktu itu yang aku ingat saat periksa dengan dokter perempuan (dokter pertama yang aku pilih) bilang kalau janinku beratnya tidak sama dengan usia kandungan. Sampai -sampai aku disuruh balik kontrol lagi dua Minggu kemudian. Rasanya sedih dan campur aduk karena takut akan kehilangan janin ku. Kalau enggak salah saat usia kandunganku dua bulan. So far, kayaknya kesalahan alatnya atau bagaimana, akupun enggak tanya dan alhamdulilah janinku baik-baik saja. Nyatanya, bayi mungil yang dulu di perut kini sudah hampir empat tahun di bukan september nanti. Campur aduk kalau mengingat masa-masa hamil.

Pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak

Aku mengatakan buku pink ini sangat penting banget. Karena tiap kali kontrol pasti dokter atau bidan tanya bukunya mana?. Meski demikian buku pink ini aku beli seharga Rp 10.000 saat periksa kandungan di puskesmas. Sebab dokter spesialis kandungan memang tidak menyediakan. 

Setiap perkembangan apapun yang berkaitan pertumbuhan bayi ditulis di buku tersebut. Jadwal imunisasi, pemberian vitamin A dan pemberian obat cacing.

Tertulis dengan jelas catatan imunisasi anak .Sebab aku orang yang mewajibkan imunisasi bagai balita selama itu diwajibkan dan gratis dari pemerintah. Mulai imunisasi BCH, Polio 1, DPT, campak dll dari usia bayi 0 bulan sampai 2 tahun semua harus terpenuhi. Dulu untuk memenuhi imunisasi anak aku pergi ke puskesmas terdekat. Pergi pagi dan kadang gantian sama pengasuh bayiku. Kadang juga aku pergi sendiri. Mengingat momen itu rasanya nano-nano. Sebab tiap kali habis imunisasi biasanya si kecil demam. Yang aku ingat paling parah itu imunisasi kali pertama saat bayiku berusia 4 bulan. Karena enggak tahu ilmunya, setelah imunisasi aku enggak minumkan obat Paracetamol ke bayiku. Alhasil dia nangis kejer, merasakan kemeng di bagian (paha) bekas suntikan dan demam. Begadang sudah jadi makanan pokok saat itu. Sekarang malah kangen masa-masa itu . Hiks.

Apa yang telah diprogramkan pemerintah untuk mencapai sehat bagi masyarakatnya tentu telah dilakukan berbagai tindakan. Memberikan imunisasi gratis secara berkala bagi bayi Indonesia sampai usia 2 tahun. Dilanjutkan dengan pemberian obat cacing dan vitamin A yang biasanya ada jadwalnya untuk bayi usia 1 tahun ke atas. Hal paling menyedihkan kalau buka buku pink ini tu pas dapat bagian catatan BB anak. Sebab si kecil termasuk balita yang naiknya minim.Pas bayi sih insha Allah bagus, saat mengenal MPASI BB bayiku naiknya dikit-dikit. Setelah aku kroscek, mengingat akan hal tersebut next jika di kasih amanah untuk hamil anak kedua, pemenuhan nutrisi janin d alam kandungan harus dioptimalkan. Perbanyak doa, stimulasi janin yang lebih baik dari sebelumnya serta doanya yang menjurus alias sedetik-detilnya agar diberikan kemudahan dalam melahirkan dan membesarkan si kecil yang lahir di dunia.

Penutup

Sebagai bumil, enggak boleh egois terhadap kesehatan diri dan janin..Buku pink ini sebagai bukti perjalanan bumi dan janin dalam berproses. Perbanyak bersyukur, ikuti anjuran dokter/bidan/tenaga kesehatan untuk selalu sayang dengan diri dan janin. Penuhi semua yang tertulis di buku kesehatan ibu dan anak, serta lengkapi data yang seharusnya diisi. Termasuk imunisasi, rutin ke posyandu sampai usia anak 5 tahun. Kelak Allah bakal mencatat dan melihat ikhtiarmu sejauh mana menjaga amanah yaitu si kecil bahwa perihal kesehatannya benar-benar engkau perhatikan. Sekian, semoga bermanfaat.

Related Posts

1 komentar

  1. Bersyukur sekali ya kak dapat merasakan nikmatnya jadi bumil. Sekilas buku pink ini banyak menyimpan informasi penting untuk kesehatan ibu dan calon bayi selama kehamilan ya kak

    BalasHapus

Posting Komentar