Sekedar cerita sekaligus mengabadikan momen. Tips parenting anak belajar puasa pertama .Sebelumnya, aku tidak pernah memberikan standart kelulusan bagi anak mengenai puasa Ramadan. Mengalir saja sih. Sebab, sebelum anak mau puasa penuh ramadhan 2026, dia juga masih belum nalar.
Sekarang, usia Andra 7 tahun lebih. Aku cuma sounding aja jauh-jauh hari. Memberikan gambaran puasa ramadan dan aktivitas di dalamnya. Mencontohkan juga pastinya. Dan atur jadwal tidur, bermain dan kesehariannya. Namun, tetap saja ada rempongnya. Hahhaha
Mungkin caraku ini juga tidak bisa disamakan dengan caramu mengajak anak belajar puasa ya. Pokok, cuma ibu yang tahu kondisi anak.
Tulisanku ini cukup dijadikan referensi agar ibu aman, anak juga nyaman.
Tantangannya pasti ada dong. Ada rasa khawatir, dan menurutku tidak perlu berekspektasi tinggi sejak awal. Dibuat santai, lebih bagus. Baca sampai selesai. Terima kasih.
Kapan Anak Mulai Belajar Puasa?
Tidak ada usia pasti. Selama anak siap, menunjukkan respon positif semua waktu bisa dicoba. Idealnya, kalau menurutku ya itu usia 7 tahun. Sebab, anakku dapat puasa penuh diusianya 7 tahun.
Pernah suatu ketika mengetahui kisah secuil pengalaman teman online ajak anak pertamanya puasa. Usianya lebih tua setahun dari Andra. Seingatku, saat anak tersebut usia 7 th. Awal Ramadan bisa puasa penuh. Namun, entah apa penyebabnya, beberapa hari kemudian update status dan masuk rumah sakit untuk opname.
Wallohu alam bishowab, akupun tidak menyangka Andra bisa puasa full tanpa latihan sebelumnya. Aku cuma mengkondisikan arah berpikirnya. Awalnya, aku kira dia tidak kuat puasa penuh. Ternyata sebaliknya.
Perlu diingat juga, bahwa respon tubuh, kekuatan tubuh anak selama puasa penuh pasti berbeda-beda ya.
Alhamdulillah, diluar ekspektasi aku sebagai ibunya. Merasa bersyukur, Andra mampu puasa penuh, dan tergolong minim drama.
Orang tua, juga harus paham perbedaan antara belajar puasa dan puasa penuh. Biar tidak memberatkan. Secara fisik anak juga perlu dipersiapkan. Jika ada riwayat penyakit maag/lambung misalnya. Mungkin bisa juga dikonsultasikan ke dokter terlebih dulu. Pasalnya, Andra aman-aman saja sejak puasa hari pertama sampai sekarang. Paling agak tantrum ketika dia kecapekan main, tidur siang kurang berpengaruh pada kondisi emosional anak SD Kelas 1 ini.
Mental juga perlu disiapkan. Kebetulan di perumahan, Andra paling kecil diantara teman-temannya. Yang ada dalam pikranku, karena teman-temannya sudah puasa penuh, ada kegiatan tarawih di mushola, jum'atan bersama dan ada momen buka puasa setiap hari sangat memudahkan ku menambah pengalaman Andra memaknai puasa. Teman-teman Andra juga pada puasa penuh. Bisa jadi, Andra turut termotivasi dari teman-teman nya.
Termasuk urusan sholat. Ada anak tetangga yang bisa beri contoh dan mengajak. Ini kelebihan yang sangat aku syukuri. Kebetulan, Andra juga lebih senang diajak sholat temannya dibanding diajak ibunya alias aku 😆.
Tips Parenting Anak Belajar Puasa Pertama
Anak memang butuh penjelasan yang detil dan lengkap. Untuk perkara sounding, tidak cukup sehari dua hari. Aku mengulang terus obrolan tentang puasa .Menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Dalam prosesnya aku mengupayakan kejujuran. Tidak ada yang ditutupi, atau dilebihkan.
b. Mulai dengan Puasa Bertahap
Tips ini bisa dicoba. Tips yang paling sering digunakan oleh mamah muda. Guna mengetahui seberapa kuat anak puasa, bisa dilakukan secara bertahap.
Contoh:mengajak anak makan sahur untuk bangun tidur jam 3. Atau menyarankan anak untuk puasa setengah hari, sampai pukul 12.00 kemudian berbuka lagi waktu bedug sholat maghrib. Ketika anak mampu mewujudkan komitmennya, tetap berikan apresiasi atas pencapaiannya.
Selalu memantau perkembangannya, agar anak merasa tidak sendirian melakukan nya.
c. Buat Suasana Ramadan Menyenangkan
Yang paling exited. Menghadirkan suasana ramadhan dari rumah. Bisa mengajak anak melakukan aktivitas menggambar/mewarnai tema Ramadan. Melakukan permainan tebak Ramadan, membacakan buku tema ramadan, nonton film edukasi anak, dan lainnya.
Atau dengan cara yang lain. Mengajak anak menyiapkan menu makanan berbuka atau sahur.
d. Beri Contoh dari Orang Tua
Anak peniru ulung yang hebat. Orang tua, teladan utama dan pertama yang diam-diam dicontoh anak. Selain mencontohkan kebiasaan puasa Ramadan, tarawih, baca al quran dan mengajak anak ngabuburit ikut pengajian atau berburu takjil sebelum waktu berbuka dapat dipraktikkan selama ramadan.
Libatkan rasa sabar, ikhlas dan berserah diri. Upaya telah dilakukan, sambil berdoa semoga Allah mudahkan prosesnya mendekatkan anak di bulan suci Ramadan.
e. Siapkan Menu Sahur yang Bergizi
Berkali-kali mengucap rada syukur. Andra juga menjadi lebih menghargai makanan. Berkat kebiasaan berbuka bersama dengan teman di mushola kompleks rumah, dia jadi mengenal aneka takjil. Perlahan memaknai kebersamaan dan membangun obrolan menenangkan tentang Ramadan selalu aku upayakan.
Perihal menyiapkan menu makanan, biasanya aku komunikasikan dengan anak. Mau makan apa? Mau lauk apa? Mau dibuatkan apa? Sesederhana itu.
Tentunya, aku lebih memilih makanan protein agar anak awet kenyang. Serta tambahan susu.
f. Alihkan Perhatian Anak Saat Lapar
Waktu dimana anak mulai tantrum pastinya ada. Tips parenting anak belajar puasa pertama yang aku terapkan di rumah, menjaga jam tidur Andra. Intinya, di sela kegiatan anak sekolah, mengaji dan bermain wajib ada tidur siang yang cukup.
Setelahnya, aku upayakan agar Andra bisa menikmati main bareng temannya di luar. Ini juga jadi cara paling ampuh. Mendistraksi rasa lapar anak dengan menyarankan anak pergi main bareng temannya.
Tentu dalam prosesnya juga aku selipkan obrolan tentang aktivitas apa yang perlu dikurangi, yang dapat menguras tenaga dan menyebabkan mudah haus. Pasalnya, Andra ini anaknya kinestetik. Kadang masih kecolongan, Andra main bola di sekolah. Namun, setelah aku gali kenapa dia main bola, katanya biar enggak merasakan sakit perut yang kadang tiba-tiba datang tanpa aba-aba.
Sedikit ada rasa khawatir, tapi, aku berusaha calm agar tidak tantrum juga. Dan berusaha mendengarkan isi ceritanya dulu sebelum memberikan nasehat atas perbuatan yang dia lakukan. Sebab, godaan di lingkungan luar rumah justru lebih menantang.
Pernah, Andra bercerita kalau ada temannya yang mokel. Seketika, aku bertanya ke Andra "kamu juga mokel tidak? ". Alhamdulillah, benteng pertahanan Andra masih kuat. Dia lebih memilih puasa ketimbang ikut temannya.
g. Berikan Apresiasi
Kebetulan, sekolah Andra memberikan buku kendali Ramadan. Ini sangat membantu melatih tanggung jawab dan kemandirian anak untuk mengisi kolom di lampiran yang di bagikan.
Dibubuhi tanda tangan orang tua dan guru, besar harapan Andra akan punya rapot piasa Ramadan dengan baik. Meski ada sholatnya yang bolong-bolong. Aku sangat mengapresiasi upaya kerasnya.
Intinya , orang tua harus tenang, tidak mudah tantrum ketika mendapati kondisi di luar dugaan. Misal "anak tiba-tiba bilang 'bunda makan!, bunda aku mau minum"!
Tambahan dari ayahnya Andra, jika nanti bisa full puasa, akan diajak makan bersama dan dibelikan es krim.
Pada hakikatnya dukungan penuh dari orang tua menjadi senjata ampuh untuk anak mencontoh apa yang dikerjakan orang tuanya.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Anak Belajar Puasa
Memaksa anak berpuasa penuh, membandingkan anak dengan teman atau saudara dan memarahi anak ketika tidak kuat berpuasa. Ketiga hal ini harus dihindari.
Tidak perlu meninggalkan rasa trauma ke alam bawah sadar anak. Ketika anak tidak sesuai harapan orang tua, jangan langsung marah-marah.
Dengan memahami kondisi anak. Insha alkan, keadaan akan membaik. Sebagai contoh percakapan dengan Andra begini kurang lebih. "Bunda, ini sudah boleh makan belum?. Belum nak, waktu berbuka pukul 17.50. Bersabar ya, kurang 1 jam lagi. Sampaikan dengan tenang dan nada rendah. " Bunda, ini masih boleh makan tidak?. Waktu sudah menunjukkan pukul 04.10. Bergegaslah. Sisa maksimal 10 menit sebelum adzan shubuh ".
Percakapan ringan dari anak semasa puasa, hanya perlu dijawab dengan tenang. Misal ibu tidak begitu tahu terhadap jawaban dari pertanyaan anak bisa saja menggunakan teknik mengulang.
"Oh, mas Andra mau minum ya. Habis main merasa capek dan haus"!. Jadi, tidak perlu melabeli ketika anak frontal ingin mokel. Dan tidak perlu langsung di marahi dengan nada tinggi. So calm!
Manfaat Anak Belajar Puasa Sejak Dini
Siapa sih, yang tidak bahagia ketika anak sudah bisa dan mau puasa ramadhan? Aku saja puasa ramadhan full di usia kelas 3 SD. Mendapati anak puasa di usia 7 tahun, bagiku adalah sebuah kebanggaan.
Aku mengamati jurnal anak belajar puasa, Andra jadi makin lebih dewasa alias mudah diarahkan. Gen Alpha yang cenderung kritis, butuh stimulasi yang tepat dari orang tua milenial yang terdidik. Aku yakin, genZ awal juga merasakan kan?
Membangun kesadaran anak untuk puasa, dapat menuai hikmah membentuk kebiasaan baik, muncul kedisiplinan, mengenal nilai ibadah, belajar sabar dan dapat membentuk kedisiplinan. Yang semuanya dapat diraih, atas suport, arahan dan ketulusan orang tua dalam membersamai.
Penutup
Sharing ini dituliskan bukan untuk memperlihatkan caraku paling benar. Justru, ini sebagai sarana saling tukar inspirasi sesama orang tua. Tips parenting anak belajar puasa pertama ,benar-benar membuat ku merasa bersyukur. Jadi tahu, betapa bahagianya anak mau puasa Ramadan dari hari pertama hingga hari ke tiga puluh. Terharu sekaligus merasa bersyukur.
Sekarang, Yuk, tuliskan pengalamanmu membersamai anak belajar puasa untuk kali pertama! Siapa tahu dapat inspirasi lain dari bapak/ibu sekalian. Terimakasih sudah membaca sampai akhir.








Posting Komentar
Posting Komentar