√Ingin Dikenal Melalui Blog: Refleksi Tentang Warisan dan Kebaikan

Ingin Dikenal Melalui Blog: Refleksi Tentang Warisan dan Kebaikan

 "Gajah mati meninggalkan gading, penulis mati meninggalkan tulisan." Harapanku, ingin seperti kata pepatah tersebut.

vidi aldiano orang baik
sumber gambar postingan ayah vidi aldiano

Vidi Aldiano meninggalkan kesan positif untuk keluarganya, istrinya, dan para sahabatnya. Dijuluki "Duta Persahabatan" sangatlah tepat. Si humble, baik hati, ekstrovert, dan pelantun lagu Nuansa Bening ini meninggalkan kesan mendalam yang tak habis diurai oleh para fans, bahkan yang bukan fansnya sekalipun. Termasuk saya.

Hatiku ikut hancur. Benar-benar sedih. Beberapa hari ini beranda penuh dengan konten yang berisi Vidi Aldiano. Setelah tahu beliau berpulang selama-lamanya, justru saya baru kepo tentangnya. Membuatku flashback, momen di mana saat saya runtuh dan mencoba bangkit lagi.

Namanya hidup. Dari Vidi Aldiano, saya ingin sepertinya. Menjadi orang yang berdampak. Jika Vidi Aldiano meluaskan manfaatnya dengan menghibur menjadi penyanyi dan pelawak, secara diam-diam juga dia banyak bersedekah. Dari sini saya menarik benang merah: hidup tidak ditentukan dari lamanya kita di dunia. Justru amalan kitalah yang akan selalu dikenang orang, meskipun telah tiada. Bismillah. Melalui blogku ini, saya ingin meluaskan manfaat. Seperti yang pernah saya tuliskan di sini. Semoga konsisten.

Definisi Menulis sebagai Ibadah

Waktu Bapakku masih hidup, beliau pernah berkata, "Jadi pendakwah ya, Nduk!" Kalimat itu masih terngiang sampai sekarang. Namun, mustahil terwujud sebab saya tidak minat menjadi ustazah.

Yang bisa saya wujudkan, Bapak ingin saya menjadi guru. Beneran, kalau profesi ini saya juga suka. Bahkan sekarang, passion-ku adalah sebagai pendidik. Bukan sekadar hobi, menjadi guru adalah bentuk pengabdianku kepada masyarakat dengan tujuan lillah. Mempunyai hobi sampingan as a teacher blogger, ini adalah ruangku bertumbuh menjadi Windi yang sesungguhnya, yang ingin dikenal melalui blog.

Tulisan-tulisan yang lahir di windieastuti.com ini merupakan jurnal harianku menjalani peran sebagai ibu sekaligus pendidik. Saat hatiku butuh tempat pulang, di sinilah saya menuliskan beragam artikel sebagai wujud membendung isi pikiran yang begitu kompleks, dibalut emosi yang berwarna-warni. Semoga ini menjadi kontribusiku meluaskan manfaat lewat tulisan. Selamat membaca, teman-teman. Ambil positifnya, ya!

Menulis sebagai Bentuk Ibadah (Dimensi Spiritual)

Niat memang menjadi penentu. Perjuangan ingin dikenal melalui blog. Dengan segala rutinitas, ada kalanya saya memang bermalas-malasan menuliskan artikel dan menerbitkannya segera. Bukan karena tidak bisa. Namun, butuh fokus "tingkat dewa" tatkala pikiran-pikiran di dalam otak saling bersahutan ide. Justru makin bingung mana dulu yang ditulis.

Saya ingat-ingat lagi niat awal ngeblog di windieastuti.com lahir. Bukankah ini merupakan dakwah bil qalam yang diciptakan untuk menyebarkan kebaikan dan mengajak pada produktivitas yang berfaedah?

Layaknya penulis lain, saya berusaha istikamah dengan cara blogging. Bukan semata tulisan. Ketika isi otak tak terbendung, saya tipe orang yang move on-nya lama. Mau menulis tanpa ada strong why yang pas di topik akan sangat susah untuk menuliskan secara mengalir. Itulah kenapa menulis tanpa alasan membuat saya "berisik" sendiri dan jatuhnya menyalahkan diri sendiri. Ini tentang tanggung jawab. Meski saya bisa mengatur kapan tulisan tayang tanpa kurasi orang lain, dari sisi kebermanfaatan, itu yang utama dan menjadi hal yang paling saya notice. Kebenaran informasi penting untuk dipertanggungjawabkan.

ingin dikenal melalui blog
sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/person-using-typewriter-1448709/

Tulisan sebagai Bentuk Kontribusi Sosial

Sebagai pembaca setia blogku ini, teman-teman pasti bisa merasakan. Awal tulisan saya itu tidaklah bagus. Waktu awal ngeblog, makin ke sini, ya begitulah adanya. Karena mengedukasi pembaca lewat tulisan juga butuh pemikiran. Bagaimana menjelaskan ke pembaca dari hal yang rumit menjadi sajian bacaan yang sederhana untuk "ditelan". Memberikan pencerahan yang informatif sehingga dari konsep yang rumit tadi, akan mendapatkan penjelasan yang jujur ketika membaca di blog saya ini.

Menyuarakan yang Tak Terdengar: Pernah berniat menuliskan ulasan (review) jujur untuk mendukung UMKM teman, penjual di pinggir jalan, dan semuanya. Hanya saja, saya terkendala waktu. Untuk promosi juga kurang. Bagi teman pebisnis yang memang mau saya bantu, boleh ya komen di sini. Tinggal kirim produk kalau memungkinkan. Selanjutnya, kita ngobrol dulu di WhatsApp untuk keterangan lebih lanjut.

Dokumentasi Peradaban: Saya bukan pecinta sejarah. Yang lebih dominan saya dokumentasikan di sini adalah catatanku sebagai ibu, pendidik, dan pengalaman sungguhan (true story) tentang apa pun. Bisa menjadi inspirasi teman di bawah umurku, atau di atasku. Sebenarnya tidak memberikan batasan juga, hanya saja branding lebih kuat memang di parenting. Sebagai bukti, banyak kok brand yang sudah kolaborasi dengan blog saya ini.

Manfaat Tulisan (Dimensi Personal & Komunal)

Telah diketahui bersama, meski sudah banyak AI dan kecanggihannya, blog ini tetap bisa berdampak pada pembaca. Blogger itu menulis ulasan secara jujur. Dengan tulisan yang natural (diracik sendiri oleh penulis tanpa bantuan AI), itulah ulasan jujur yang sebenarnya dicari. Besar harapan, pembaca yang mampir ke sini mendapatkan solusi atas apa yang dicari.

Saya menuliskan ini sekaligus sebagai refleksi. Blogging sejak Oktober 2021, sangat perlu melakukan penyegaran (refreshing). Jika penyanyi impian besarnya adalah melangsungkan konser tunggal sebagai rekam jejak perjalanan kariernya, yang saya lakukan sederhana: menuliskan refleksi dan big why-nya di sini. Berusaha jujur juga, sebab saya pun kadang menggunakan AI untuk menuliskan kerangka (outline) tulisan sebelum saya racik menjadi artikel panjang.

Bagi Penulis:

  • Self-Healing: Bagi saya, menulis itu sebagai ruang untuk menjernihkan pikiran. Setiap pemikiran pasti ada hikmah yang dibagikan dari sudut pandang (POV) penulis. Itu yang memberikan kekhasan.

  • Amal Jariyah: Gongnya tuh di sini. Besar banget cita-citaku, ya. Semoga menjadi amal jariyah berbagi tulisan lewat blogku ini. Bermimpi juga sebenarnya, ingin punya buku solo yang saya tulis sendiri dan diterbitkan oleh penerbit besar. Bukunya bisa terpajang di Gramedia dan toko buku lain, termasuk marketplace. Doakan, ya!

  • Personal Branding & Jejaring: Melangitkan nama kalau hanya satu medsos saja yang dibangun itu kurang kuat. Melalui media sosial, dengan penuh percaya diri perlu juga membuat status terkait passion yang dimiliki. Sebagai blogger, jika tidak punya komunitas itu rugi. Jika dihitung secara materi, butuh pendukung banyak. Rajin memperbarui (update) tulisan, mempromosikan secara soft selling di media sosial, dan membentuk jejaring. Dari sini, kredibilitas bakal terbentuk.

Menulis adalah cara paling elegan yang saya bisa upayakan. Bahkan siapa pun bisa melakukan itu. Jika Vidi Aldiano meluaskan manfaatnya dengan menghibur melalui lagu, PodHub dan mewariskan kebaikan untuk dikenang semoga blog windieastuti.com bisa meniru jejak langkah almarhum Vidi Aldiano lewat tulisan-tulisanku ini.

ingin dikenal melalui blog
sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/person-using-macbook-laptop-3584969/

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Blogspedia. Komunitas yang menopang perkembangan baik saya menjadi blogger. Komunitas yang mau menerima apapun saya, sejak awal ingin dikenal melalui blog. Dari Blogspedialah saya bertumbuh menjadi blogger yang merasakan dampak cuan. 


Semoga Bermanfaat !


#TheCupuersIsBack #RamadanSoulJourney #BloggingAsIbadah

Related Posts

Posting Komentar