Pelajaran Matematika Dimulai
Hari ini, Bu Tika masuk kelas 7G untuk mengajarkan materi aljabar. Rumitnya rumus membuat otakku cukup lama menelan satu per satu informasi yang disampaikan. Bahkan, kepalaku terasa sangat pusing, ditambah penglihatanku yang semakin kabur.
“Jangan-jangan, mataku bermasalah?” tanyaku dalam hati. Ah, lupakan sajalah. Mungkin ini hanya perasaanku saja.
"Dino, kamu melamun, ya?" tanya Bu Tika.
"Maaf, Bu, mata terasa sepet, perih, lelah dan kepala sedikit pusing."
"Ya sudah, istirahat saja dulu di UKS!"
Dino diantar ke UKS oleh Slamet, teman sebangkunya.
Menuju Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
"Assalamu’alaikum, Bu," Slamet mengucapkan salam.
"Wa'alaikumussalam, silakan masuk. Duduk di situ, ya."
"Bu, saya mau mengantar Dino dari kelas 7G agar bisa istirahat di sini. Tadi, Bu Tika menyuruh saya mengantarkannya ke UKS."
"Baiklah, Ibu cek dulu, ya. Bu Siska, akan mendata nama dan gejala yang dirasakan sebagai dokumentasi. Slamet, tolong dibantu ya".
Screening Dimulai!
"Dino, apa yang kamu rasakan?"
"Kepala saya pusing, Bu. Mata juga terasa sepet, capek, dan lelah."
"Dino, tadi malam tidur jam berapa?"
"Ehmmm..." sambil menggaruk kepala, Dino menjawab, "Jam 11 malam, Bu."
"Jam 11 malam, ya? Mengerjakan PR Matematika?"
"Tidak, Bu. Saya bermain game Mobile Legends sampai larut malam."
"Apakah itu sering kamu lakukan setiap malam?"
"Iya, Bu, karena saya tidak bisa tidur kalau malam. Biasanya lampu kamar saya matikan saat bermain game agar tidak ketahuan Ibu. Sampai akhirnya saya tertidur sendiri sekitar jam 1 malam."
"Hemmmm... Apakah sikap seperti itu baik, Dino?"
"Ya... bagaimana ya, Bu. Saya terpaksa melakukan itu karena di rumah tidak ada teman untuk diajak ngobrol. Kalau kesulitan mengerjakan PR Matematika, ya saya tinggal bermain game saja."
"Dino, menjaga kesehatan mata itu adalah bentuk rasa syukur kita. Apalagi bermain game terus-menerus sampai larut malam itu tidak bagus. Ditambah lagi, cahaya lampu yang redup membuat mata bekerja lebih keras. Terlalu sering menatap layar gadget bisa membuat mata sepet, perih, dan lelah.
Apalagi jika dilakukan berjam-jam. Mata akan mudah capek dan memicu gejala mata kering. Normalnya, setiap menit mata kita berkedip sebanyak 15 kali. Sedangkan saat bermain game, frekuensi kedipan mata bisa berkurang hingga tiga kali lipat yang menjadi pemicu mata kering. #MataSePeLeJanganSepelein. Hal itu bisa terjadi pada siapa pun yang sering menatap layar gadget. Coba hitung, berapa jam waktu yang kamu habiskan untuk bermain gadget dalam sehari?"
"Biasanya lebih dari 4 jam, Bu. Kalau hari libur bisa lebih lama lagi."
"Nah, memandang gadget berjam-jam tanpa jeda dari jarak dekat dan di ruangan redup akan menurunkan kesehatan mata. Apalagi jika bermain gadget sambil tiduran atau rebahan. Itu akan mempercepat kerusakan mata sebelum waktunya."
"Lantas, apa yang sebaiknya saya lakukan, Bu?"
"Bukan hal yang sulit untuk dilakukan, hanya saja kita harus benar-benar mau berusaha. Ibu tahu ini bukan hal mudah bagimu untuk mengubah kebiasaan buruk, terlebih Generasi Z memang sangat erat kaitannya dengan gadget.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh katadata.co.id, rata-rata Generasi Z menghabiskan waktu untuk menggunakan internet minimal 7 jam dalam sehari dengan persentase 20,9%. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada yang menggunakannya hingga 11 jam. Untuk kategori pelajar, angka ini sudah sangat berlebihan meskipun persentasenya hanya 3%.
Gadget memang sudah menjadi kebutuhan, tetapi jangan sampai kita diperbudak hingga mengabaikan kesehatan mata. Adanya data ini seharusnya membuat para pelajar Gen Z mulai mawas diri.
Lantas, apakah kamu mau jika suatu saat nanti penglihatanmu menjadi kabur saat melihat pemandangan? Jangan sepelekan, ya! Sekarang, fokus Dino adalah menjaga kesehatan mata dan menghentikan kebiasaan buruk sebagai bentuk investasi kesehatan jangka panjang."
"Iya, Bu, akan saya upayakan. Sampai ada penelitiannya juga ya, Bu, tentang penggunaan internet bagi pelajar Gen Z."
"Ini menjadi perhatian bersama. Seluruh kalangan pelajar harus tahu hal ini. Ibu tidak mau murid-murid Ibu rentan terkena gangguan kesehatan yang sebenarnya dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Mulai sekarang, Dino perlu membatasi diri dan meluangkan waktu bermain game secara wajar. Bukankah apa pun yang berlebihan itu tidak baik, Dino?"
"Iya juga sih, Bu," Dino mengangguk.
"Melansir informasi terpercaya dari hellosehat.com, ada rumus 20:20:20 untuk mencegah mata sepet, perih, dan lelah."
"Sepertinya menarik, Bu. Apa yang dimaksud dengan rumus 20:20:20 itu?"
"Ketika Dino bermain gadget selama 20 menit, ambil jeda terlebih dahulu. Lihat pemandangan di luar atau jauhkkan pandangan dari gadget sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) untuk melakukan aktivitas lain. Kamu bisa melihat pemandangan, makan, beribadah, menikmati camilan, atau melakukan hal sederhana seperti merapikan tempat tidur. Intinya, bergerak dan alihkan pandangan dari gadget. Hanya dalam waktu 20 detik saja, mata akan kembali lebih rileks."
"Dino paham sekarang. Mata hanya butuh istirahat dari paparan blue light. Terlalu sering menatap layar HP memang sangat tidak direkomendasikan karena bisa membuat mata sepet, perih, dan lelah."
"Benar sekali. Semua bisa terjadi tanpa kita sadari. Jika kondisinya lebih berat, bisa memicu pusing dan penat, sehingga fokus belajar jadi terganggu. Kamu juga bisa mengompres mata menggunakan air hangat. Meskipun informasi ini Ibu dapatkan dari situs kesehatan, beberapa tips untuk mengatasi mata sepet, perih, dan lelah ini sudah sering Ibu terapkan."
"Ooooo... begitu ya, Bu. Lantas, berapa jarak ideal antara mata dan layar HP, Bu?"
"Sekitar 50–60 cm."
"Wah, selama ini saya banyak salahnya, ya. Bukan hanya membohongi orang tua dengan pura-pura tidur padahal bermain game di tempat gelap."
"Sesampainya di rumah, alangkah baiknya jika nanti Dino mengakui kesalahan tersebut. Ceritakan apa yang terjadi di sekolah hari ini dan minta maaf kepada orang tua."
"Iya, Bu. Akan saya sampaikan kepada Ibu di rumah. Saya juga minta maaf ya, Bu, sudah merepotkan, dan terima kasih banyak atas nasihatnya. Bu Siska sudah menunjukkan bukti-bukti yang membuat saya jadi lebih mawas diri."
"Ibu menyampaikan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sudah menjadi kewajiban Ibu untuk saling mengingatkan. Oh iya Dino, ada satu cara lagi agar mata kembali jernih dan segar. Selama ini, Ibu selalu menyediakan obat tetes mata di rumah untuk menemani aktivitas Ibu saat bekerja di depan laptop. Namanya #InstoDryEyes."
"Obat tetes mata untuk mata kering ya, Bu?"
"Tepat sekali. INSTO DRY EYES sekarang hadir dengan kemasan baru yang lebih praktis dan bisa ditemukan di apotek maupun minimarket terdekat. Kemarin Ibu membelinya seharga Rp18.000 untuk persediaan di rumah, karena Ibu sering bekerja di depan layar laptop berjam-jam untuk menyelesaikan rekapitulasi data UKS. Insto Dry Eyes membantu mengatasi gejala mata kering persis seperti yang kamu alami. Terdapat kandungan hydroxypropyl methylcellulose yang membantu menjaga mata tetap terhidrasi. Kemasannya mungil dengan isi 7,5 ml, sangat praktis dibawa bepergian."
"Terima kasih atas edukasinya, Bu. Sekarang saya tahu apa yang harus dilakukan. Ini memang menjadi tantangan bagi Generasi Z seperti saya dan teman-teman. Terlalu lama bermain gadget tanpa jeda itu tidak baik. Kita harus peka jika mata mulai terasa sepet, perih, lelah, atau penglihatan kabur dan pusing. Mulai sekarang, Dino akan menerapkan apa yang Bu Siska sampaikan dan mencoba tetesin Insto Dry Eyes agar #BebasMataKering. Mohon izin untuk istirahat di kasur ya, Bu, agar mata sepet dan perih ini berkurang dan kembali rileks."
"Iya, silakan. Jaga kesehatanmu, ya!. Slamet bisa kembali ke kelas. Tolong sampaikan ke guru yang mengajar, biar Dino istirahat dulu di UKS".
Referensi Pendukung
- https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/b13d6f8da635b3b/survei-pecandu-internet-terbanyak-dari-kalangan-gen-z
- https://insto.co.id
- Gambar diolah menggunakan canva






Posting Komentar
Posting Komentar