Ganti Judul dan ALt sendiri

Menulis Jurnal Anak, Bagaimana Caranya ?

4 komentar
Tahun ini punya misi merampungkan nulis jurnal anak. Bismillah, semoga bisa konsisten mengingat usia anak sudah masuk ketiga. Sekaligus menajamkan kebiasaan buat nulis jurnal lagi. Mendekati tahun 2022 nulis jurnal anak dulu deh ya. Yuk, kenali lebih lanjut seberapa penting menuliskan jurnal anak mulai dari sekarang.
Jurnal anak

Sejak tahu dahsyatnya dan kenal aktivitas jurnaling ini membuat rasa penasaran untuk tahu lebih dalam lagi aktivitas yang semakin kesini  marak ditekuni oleh para journaler.

Kenal journaling (aktivitas menjurnal) ini baru tahun 2021 tepatnya lupa kapan. Saat itu lewat perantara Mbak Una seorang jurnaler muslimah dari Jember yang begitu konsisten ngejurnal.

Melihat karya tulisnya Masha Allah membuat saya takjub dan heran dengan ketelatenannya menulis tangan. Apalagi saya juga ikutan challengenya di Instagram, niat ingin memantik diri buat konsisten ngejurnal tapi sampai detik ini baru mulai.

Ya sebatas ikut challengenya, dan tidak berlanjut lagi. Apalagi saat tahu partner journalingnya itu Mbak Anggun, semakin membuncah keinginan hati untuk terus kepo dan ingin tahu lebih dan lebih.

Baru kemarin (Jumat, 27 Agustus 2021) saya memberanikan diri mengundang Mbak Anggun si pemilik akun Instagram @ibuperadaban buat manggung di komunitas Bingkai Asuhan.

Modal nekad, karena saya juga ingin memenuhi janji para member kalau komunitas Bingkai Asuhan salah satu misinya dalah fokus ke aktivitas menjurnaling. Lebih tepatnya jurnal anak.

Sharing session yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini disambut antusias oleh para member. Cara penyampaian Mbak Anggun yang begitu empuk suaranya, ditambah penjelasan bijak yang membuat kami tidak merasa berat menerima materi itu.

Saat itu materi disampaikan dalam bentuk audio dan tulisan apik yang disertai flyer menarik. Materi ini sekaligus mengisi keresahan saya, karena merasa sudah terlambat untuk memulai dan bingung darimana harus memulai.

Berikut, review jujur saya saat menjadi peserta sharing session sekaligus sebagai mak (panggilan member) min di grup whatsapp. Sekaligus sebagai pemula dan insha allah setelah postingan ini saya akan menulis jurnal anak sebagai milestone perkembangan anak di tiga tahun ini.

Mengapa Jurnal Anak ?

Mengapa jurnal anak

Sebagai seorang musllimah, sudah tentu jika landasan yang digunakan untuk bergerak dan bertindak adalah as-sunnah. Untuk yang non muslim bisa menyesuaikan. Karena landasan ini juga bisa digunakan sebagai pedoman secara universal.

Qs A-Isra Ayat 71

 (Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.

Mengapa menulis jurnal anak, berikut strong why yang bisa anda terapkan agar dirimu tetap bertumbuh dengan penuh rasa syukur jika mengetahui tiga hal berikut. 

Mencatat dokumentasi diri dalam membersamai tumbuh kembang anak serta mendidiknya, untuk dipertangungjawabkan sebagai amal shalih di akherat nanti.

Mungkin kalimat ini terasa berat. Namun jika tulus dan benar-benar diniatkan untuk investasi akherat saya rasa tidak jadi beban kok.

Ibarat anak sekolah di akhir semester pasti akan mendapat laporan  hasil belajar yang sering kita sebut sebagai rapot. Akan merasa bersyukur jika rapotnya tidak ada angka merah. Jika diibaratkan dapat raportnya dari Allah bagaimana ?, ngeri dong Ya.

Semoga amanah yang dititipkan sama kita sebagai orangtua, kita mampu menjalankan peran dengan baik dan sebagaimana mestinya.

2.   Bisa membantu untuk membaca pola asuh yang tepat buat anak

Sebagai orangtua yang tumbuh dan lahir di jaman millennial akan semakin banyak tantangan yang ditemui. Banyak sekali parenting yang terus tumbuh diluar sana. Sebab itu setiap orangtua pasti punya pola asuh yang disesuaikan dengan kesepakaan bersamauntum membentuk karakter anak.

Cara menulsi jurnal anak saya rasa sangat membantu untuk memilih dan menerapkan pola asuh mana yang tepat untuk digunakan.

Kalau dalam ilmu bimbingan konseling ini bias dikatakan assessment kebutuhan ya. mencermati kebutuhan apa saja yang anak butuhkan agar terpenuhi kenginannya.

Semakin kesini saya jadi bersyukur. Bahkan mellow bawaaannya. Takjub dengan kebesaran Allah yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk terus belajar bersama anak.

Memahami tumbuh kembang anak sesuai fasenya, memetakan potensi anak menemukan jalan hidupnya.

Strong why yang ketiga ini benar-benar membuat saya menjadi lebih melek lagi. Saya hanya manggut-manggut saat mendengar penjelasan Mbak Anggun.

Akitivitas menjurnal ini sangat sederhana namun kaya makna ya. Dari dulu saya memang ingin menemukan bakat dan potensi anak sejak dini. 

Secara saat mengandung Mas Andra saya meleleh jika mellihat anak berprestasi yang bias ini dan itu dengan dukungan penuh orangtua sebagai bekal dewasa kelak.

Harapannya, sebagai emaknye Mas Andra ini semoga kelak dia bisa survive setelah usia 15 tahun dan seterusnya.Syukur-syukur punya jiwa literasi tinggi melebihi emaknye ini. Amiin.biar dia pandai membuat portofolio sendiri.

Apa itu jurnal anak ?

Apa itu jurnal anak

Jurnal anak adalah catatan tertulis yang ditujukan untuk mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak. Baik secara analog ataupun digital.

Jurnal anak ini banyak varian dan tidak harus berupa tulisan. Bisa audio, gambar maupun video.

Namun semua ini tergantung kenyamanan yang menuliskan sih, tentunya disesuaikan dengan kenyamanan emaknye terutama dalam mendokumentasikannya. Yang mana semua ada kekurangan dan kelebihannya.

Ragam dan Jenis Jurnal Anak

Ragam dan jenis jurnal anak

Untuk memulai jurnal anak ini sesuai kenyamanan si emaknye juga ya. Tidak ada patokan khusus. Namun, jika saya menyimpulkan dari materi Mbak Anggun waktu itu lebih bagus lagi jika dituliskan sejak dini. Bahkan dimulai saat masih di dalam kandungan.

Berikut ragam jurnal anak yang bisa diperhatikan mulai sekarang .  

1. Jurnal kehamilan

Biasanya untuk ibu hamil diberi petugas kesehatan berupa buku pink kan ya ? lebih tepatnya buku KIA  sebagai rekam medis melihat perkembangan kesehatan janin dalam perut.

Ditambah foto USG letak janin dan progress nya yang bisa dicatat sebagai bekal kehamilan anak kedua.

2. Jurnal bayi

Sejak usia 0 bulan sampai 5 tahun akan sangat banyak moment terkait pertumbuhan anak pastinya. Bahkan setiap bertambahnya usia anak, folder handphone saya penuh foto bayi.

Betapa bersyukurnya ya, jika semua bisa terekam rapi dalam buku. Hmm, jadi membayangkan ini.

3. Jurnal anak

Usia anak-anak menjadi usia emas mereka untuk terus bertumbuh. Diusia ini pula anak masih merasa butuh dekat orangtua. Manfaatkan moment bahagia ini.

Biar semakin cepat mengangkat harta Karun berharga untuk lebih menikmati disetiap perkembangan anak dalam proses belajar.

4. Jurnal orangtua

Tak kalah penting, sebagai orangtua juga pasti ada moment tersendiri yang bisa dicatat agar tahu juga progress apa dari peran yang dijalani selama ini. 
Sekaligus sebagai bentuk me time dan evaluasi barangkali ada tindakan yang kurang tepat selama membersamai anak. 
Suatu saat nanti akan jadi moment yang selalu dirindukan saat membaca ulang catatan jurnal ini ya . Masha Allah. 

Bagaimana Memulai Jurnal Anak ?
Wah, merasa sudah terlambat sekali nih mbak untuk memulai. Tenang, tidak ada yang terlambat  kok selama masih ada niat yang tulus untuk praktek dan praktek.

Begitulah jawaban mbak Anggun ketika muncul pertanyaan, kalau terlambat memulai mencatat tumbang anak bagaimana ?

Berikut tiga hal yang bisa diperhatikan supaya aktivitas ngejurnal ini tidak terasa berat. Karena sudah banyak hal terlewatkan. 

Kalau saya sih, menjadikan posting dimedsos soal kegiatan anak memang niatnya untuk me dokumentasikan.

Karena untuk ambil buku dan nulis panjang lebar itu butuh effort. Hhhi. Cukup lega saat mbak Anggun menjawab dengan tiga hal berikut :

1.
Memulai journal anak

1. Mulai dari Kebutuhan

Kroscek ulang apa sih kebutuhan anda menjrnal saat ini. Yang pasti tengok lagi usia anak ya. Tentukan tujuannya apa melakukan jurnal anak kemudian fokuslah.

2. Paling dekat paling mudah

Pemikiran yang idealis justru akan membaut rumit dan terlalu deep untuk memikirkan hal. Efeknya nggak jadi mencatat deh. 

Tentukan apa milestone terdekat anak anda? Dengan kondisi sekarang, tetapkan tools apa yang paling mudah untuk digunakan. 

3. Kekuatan konsistensi

Apapun kegiatannya, konsistensi sangat dibutuhkan ya. Menetapkan jadwal Journaling, baik per Minggu, per bulan, per semester atau per tahun. 

Kalau kata Mbak Una (Journaler Muslimah Jember) jika tiap hari, usahakan 15 menit saja luangkan waktu untuk ngejurnal. Berikutnya bisa dinaikkan lagi jika sudah nampak konsisten.

Yakinlah, bahwa hasil tak akan mengkhianati proses. Aaaarghhhhh, good job mbak atas pencerahannya.

Demikianlah curcolan vs insight yang saya dapatkan di sharing session bersama ibu peradaban "Mbak Anggun". Semoga tercerahkan dan ambil kesimpulan sendiri ya.

Mengetahui seberapa pentingkah menulis jurnal anak bagiku sangat penting. Indonesia menanti generasi cerdas untuk 10 tahun yang akan datang guys. 

Related Posts

4 komentar

  1. Masya Allah, bagus ya mb dan tentunya senang kalau bisa kayak gitu. Bisa menjurnal, siapa tahu bisa jadi biografi anak nya ntar

    BalasHapus
  2. membuat jurnal orangtua juga penting ya mb, untuk bahan evaluasi dan bentuk apresiasi diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak Sendy. Menuliskan setiap perjalanan jadi ibu juga sgt layak

      Hapus

Posting Komentar