Ganti Judul dan ALt sendiri

Serba-serbi Pesan Mobil Lewat Aplikasi Ojek Online, Ini Kali Pertama Aku Dikerjain Kang Sopirnya

Baru kali ini aku dikerjain sama sopir ojek online. Akunya yang salah apa kurang peka ya ?
ojek online

Ahad (24/7) aku, suami dan anak pergi ke daerah Ponpes Lirboyo Kediri untuk bertemu dengan Budhenya Mas Andra. Ngobrol ini itu dan punya rencana sore nanti bakal ketemu lagi buat antar Budhe ke tempat saudara. Oke fix, aku nunggu kabar berikutnya.

Jam 16.30 wib

Menunggu kabar dari Budhe untuk tahu kejelasan acara ketemuannya nanti jadi apa tidak. Nyambi baca cerpen di ngodop.com dan ngedraft tulisan. Apalah daya karena beberapa hari ini emang kurang tidur, mood untuk nulis tetiba hilang. Ajaibnya, aku malah ketiduran sebentar karena mata sudah enggak bisa diajak kompromi. Mau melek saja rasanya lengket mataku.

Pukul 18.30 WIB

Nada dering handphoneku berbunyi. Aku pikir panggilan dari suami, eh hla kok telepon dari Budhe. Waduh, beliau minta diantarkan ketempat saudara. Lah, aku kira bakal enggak  jadi sebab tadi janjiannya jam setengah 5. Ya wis, ngalamat begadang buat kejar setoran tantangan ngodop dan setor tulisan harian.

Aku berbegas ganti baju, pesan ojek online dan ajak Mas Andra untuk cepat-cepat mempersiapkan diri pergi ke Kota ketemu Budhe.

Ojek Online yang Baik Hati


"Saya sudah sampai di depan mushola mbak"

"Nggih, sebentar lagi"

Aku masih mengarahkan Mas Andra untuk segera memakai sepatu dan bilang ke dia untuk lari cepat menuju mushola.

Lah, dianya beneran ke mushola. Padahal kang ojek onlinenya mengunggu di depan portal. Kwkkwkwkwk, aku salah memberikan instruksi si kecil. Saking bingungnya memburu waktu agar cepat sampai ke Kota.

Kang ojek onlinenya baik, ngobrol ini itu enggak kerasa Mas Andra juga ketiduran di motor. Angin malam itu cukup dingin hingga kang ojek onlinenya juga agak perlahan mengingat kami penumpang yang spesial 😆, bawa anak kecil. Bahkan aku dan si kecil juga diantar tanpa aku kasih ongkos tambahan bersedia mengantar kami ke Indomaret untuk membeli saldo aplikasi ojek online.

Pukul 19.15 WIB

Sekitar pukul tujuh malam lebih kami sampai di area Pondok Pesantren Lirboyo. Budhe berdiri di bawah pohon menunggu kami yang memberikan isyarat untuk bergegas ke kegiatan berikutnya. Yap, sebab saat telpon tadi Budhe menyampaikan bahwa beliau bisa keluar hanya sampai jam 21.00 saja.

Serba-serbi Pesan Mobil Lewat Aplikasi Ojek Online di Area Ponpes Lirboyo

Sontak, akupun bergegas mengambil ponselku setelah turun dari motor ojek online. Berharap handphoneku bisa diajak kerja cepat buat pesan mobil lewat aplikasi ojek online.

Gugup, enggak fokus dan terburu-buru menyebabkan aku enggak bisa cepat memesan. Coba mengetikkan alamat yang aku tuju, malah memunculkan alamat lain. Membuat aku tambah bingung hingga akhirnya sharing sama suami  baiknya bagaimana. Huft

Ya, saat sudah bisa pesan, entah kenapa tiba-tiba saldoku tidak mencukupi untuk bayar secara online. Padahal kalau buat bayar ke tempat tujuan masih sisa (jika diperhutngkan). Entahlah. Hal ini yang menyebabkan proses pemesanan jadi lambat. Aku pergi ke In*******  untuk mengisi saldo diaplikasi ojek online ku. Cukup lama, sebab harus antri juga. Pas disana aku ditanya sama kasir. 

"kodenya berapa mbak"?. 
"Apa mas?" 
"Kodenya berapa?",
"Aku malah menyebutkan kata sandiku🤣". 

Saking gugupnya dan ini kali pertama isi saldo di aplikasi ojek online lewat Ind******. Aku dituntun untuk mengisi secara online. "Ooooooo ....... begini to", tegasku. Aku jadi tahu dan ini pengalaman berharga. Haaahahaa.

Pesan Mobil lewat Aplikasi Ojek Online yang Pertama

Akhirnya, aku bisa pesan mobil ojek online. Menunggu lima menit sesuai yang tertera pada aplikasi, aku memantau aplikasi ojek online. Beberapa saat pesan masuk.

"Jemput dititik penjemputan?"
"Iya pak, kami berada di sebelah masjid area ponpes Lirboyo". 

Usai dibaca, kami masih menunggu mobilnya datang. Signal di area ponpes Lirboyo cukup susah untuk SIM Cardku. Sopir mobil online nyoba menghubungi by phone lewat aplikasi, malah aku cancel. Sepahamku mau menerima telphone eh ternyata itu malah mereject. Entah kenapa juga sopirnya ini semakin menjauh dari titik penjemputan. "Lho", aku jadi bingung. Sesaat kemudian, sopirnya memberikan pesan kalau bannya bocor. Aku disuruh mengcancel pemesanan. Karena lama enggak pakai aplikasi ojek online, aku bingung buat mencancelnya. Butuh beberapa menit untuk memahami aplikasi tersebut. Sampai enggak terasa, jam terus berputar dan waktu menunjukan pukul delapan malam lebih.

Mencoba tenang, kemudian pesan mobil lewat aplikasi ojek online yang kedua. Alhamdulillah, dapat. Aku memantau titik gerak mobil menuju titik penjemputan. Was-was dan campur aduk perasaanku. Selang beberapa menit, panggilan masuk, sopir menanyakan kami sedang diposisi mana. Karena sopir sudah paham, aku jadi lega saat menjawab panggilan masuk.


 "Lewat pintu masuk depan In****** pak, kami berada di depan Masjid".
 "Oke", telpon ditutup.

Alhamdulillah, akhirnya mobilnya datang. Kami menghela nafas cukup lega setelah beberapa menit sebelumnya tegang campur terburu-buru mengingat waktu semakin mendesak. Kamis segera masuk ke mobil. Aku duduk di depan, mas Andra , budhe dan Ama duduk di kursi belakang.

Aku menceritakan kejadian beberapa menit saat sopir tukang ojek online meminta mengcancel pemesanan. Pak Sopir menyanggah, "alasan saja itu mbak. Mungkin dari titik jemput dan keberadaan mobil cukup jauh, sedangkan antarnya hanya dekat, kalau dihitung ongkos enggak memuaskan bagi sopir itu. Padahal saya tadi di depan hlo mbak. Kok enggak nyantol dari tadi mungkin juga karena sistem yang merepon. Saya seminggu lalu baru bepergian ke luar kota. Ini baru saya aktifkan aplikasi ojek onlinenya. Karena ini yang jalan memang dari sistem sananya. Sopir yang pertama tadi mungkin enggan sepadan saja sama ongkosnya". "Oalah, Kalau saya ingin signal nyantol di area terdekat rumah saya, maka saya harus mengelilingi area kota sekitar baru kemudian balik ke rumah.  Baru kemudian sistem akan merespon dengan benar".

Aku hanya mangguk -mangguk saja. Kalau dilogika sih benar, ibaratnya kita satunya dimana, aplikasi akan merespon sesuai dengan tempatnya. 

Akhirnya, Bertemu dengan Saudara
Pukul setengah sembilan kami sampai di tempat saudara yang kami tuju. mereka telah menunggu kehadiran kami dari setelah isya. Dikiranya nyasar atau bagimana, padahal kami mengalami kendala dalam memesan ojek online. 

Cipika-cipiki, ngobrol ini itu dan alhamdulillah, akupun bisa bernafasa sangat lega. Bisa mengantarkan saudara yang jauh-jauh dari jawa tengah untuk bertemu dalam satu atap walau hanya sekitar empat puluh lima menit saja. Ploooooooooong. 

Penutup

Aku tetap bersyukur, dengan keriwehan hari ahad kemarin masih bisa setor tulisan tantangan dan setor harian. Untungnya udah baca0baca, untungnya sudah ngedraft tulisan kemarin. tinggal edit dan posting. Hari yang cukup melelahkan. 

Bisa menjamu tamu yang datang dari jauh dan alma enggak ketemu itu sesuatu ya. Terimakasih ya Rab.



Related Posts

1 komentar

  1. Reza Liswara26/7/22 13:26

    Panik-panik ajaib ya mbak pasti, aku yang baca aja deg-degan takut supir ojek onlinenya marah wkwk

    BalasHapus

Posting Komentar