5 Tips Mudah Bagi Penulis Pemula Biar Tidak Salah Arah

Penulis Pemula

Ada beberapa pertanyaan dari teman, terkait hobi yang saya tekuni dalam dua tahun terakhir. Yaps, menulis. Passion yang kembali menggugah jiwaku untuk tetap menulis disegala kondisi. Termasuk saat saya sedih, galau dan sumringah. Dari sini, tercetuslah ide buat menulis artikel Tips Mudah Bagi Penulis Pemula Biar Tidak Salah Arah.

Jujur, saya bukan penulis yang berbakat. Butuh asupan nutrisi banyak biar bisa menulis artikel yang nampol. Banyak pengunjung dan syukur-syukur bisa lolos media. Hal ini yang paling kurindukan. Namun, mau fokus nulis di media belum nemu klik yang sesuai. Heee

Sebelumnya, 

Behind The Scene Menulis Artikel Ini

Saya mau sedikit berbagi tentang behind the scene menulis artikel ini yang ku post di blog. Sabtu (10/7) suami memberi kabar bahwa beliau tidak enak badan. Pulang lebih awal dan istirahat dirumah. Khawatir banget karena teman kantornya berguguran terhempas badai virus covid. Alhamdulillah, belum ada korban yang sampai meninggal. Cuman, korban lebih banyak.

Takut dan worry tentunya, dirumah masih ada anak batita ditengah kondisi yang semakin mengancam. Yaps, Indonesia sedang dihantam virus covid delta. Suami sempat demam, batuk-batuk dan flu. Bisa dikatakan flu berat, kalau malam intensitas batuknya lebih sering, dan ada sesak. 

Digempor obat tentunya, konsultasi kakak ipar yang seorang bidan. Qodarulloh, nak Andra ikut demam. Walau sebenarnya nak Andra duluan yang demam karena jimat sore pulang dari sekolah kehujanan. Sudah saya pakaikan jas hujan tetap saja yang namanya anak kecil bagian penutup kepalanya entah kena angin atau dibuka. 

Tanpa sepengetahuan ku, saat sampai dirumah penutup kepala sudah dihela nak Andra sehingga bagian kepalanya mungkin kehujanan selama perjalanan. Saya merasa bersalah, tidak mengontrol setiap waktu saat memboncengkan nak Andra dibelakang. Saya sudah mengantisipasi dengan memasang jarit sebagai pengingat biar tidak oleng saat perjalanan. Hmm, pengalaman pertama saya mboncengke anak saat hujan dan mengenakan jas hujan. 

Nak Andra demam, naik turun. Bahkan kalau bosen nak Andra ngajak keluar. Rasa khawatir saya semakin bertambah. Ditambah kondisi suami yang tak kunjung sehat. Sangat takut kalau kami terhempas badai covid juga. 

Selasa sore,kami putuskan untuk pergi berobat bertiga. Di dokter langganan kami. Kami jujur dengan keluhan yang kami rasakan. Karena Senin (12/7) sayapun ikut tumbang dan merasakan badan pegal-pegal. Sering mengalami kondisi begini sebelum covid, dan entah apa penyebabnya. Yang jelas, saya menduga hanya kecapekan

Berkat asupan obat dari dokter, alhamdulillah paginya langsung membaik. Setelah berobat kami bertiga pun bisa tidur nyenyak. Tidak seperti sebelumnya, yang harus terbangun karena nak Andra rewel. Bahkan semaleman harus begadang.

Nah, apa kaitannya penulis pemula dengan behind the scene dibalik artikel ini ?

Sabar, sebentar lagi Anda akan faham apa yang hendak saya sampaikan. Hhhe

Mantapkan Hati, Biar Jadi Penulis Sejati

Yang dinamakan penulis itu, yang sudah lahiran 3 buku

Saya lupa dapat kalimat ini darimana. Namun, tetap saya ingat sampai sekarang karena begitu menohok bagi saya saat ingin memutuskan untuk benar-benar percaya diri disebut seorang penulis.

Maklum, penulis pemula yang masih mencari jati diri kala itu. Sebab itu, ketika hendak memantapkan hati terjun menjadi seorang penulis tidak usah setengah-setengah. Bahkan harus sedalam-dalamnya biar bisa hidup dari hasil berkarya dan menghidupkan dunia literasi. 

Tak hanya senang ya saja yang difikirkan, sedihnya juga harus direnungkan. Nah, sudah mantapkan untuk memutuskan menjadi seorang penulis ? Harus ada strong why yang kuat. Biar punya goals jelas dalam menulis. Bukan untuk menyebar tulisan yang membuat orang enggan untuk membaca. Hhhhha, ngeri ya. 

Masih mau lanjut untuk menuntaskan membaca artikelku ini ?

Hebat,

Applause buat anda 

Baca juga : serba-serbi freelancer writing

Penulis, Salah Satu Profesi yang digemari Generasi Millenial

Bukan lagi hobi hlo, namun professi. Hhhhe. Maksudnya dari hobi menjadi profesi yang menghasilkan cuan. Dengan kata kunci tahu ilmunya,konsisten mengaplikasikan, belajar terus tanpa henti dan banyak membaca. 

Yaps, bahkan membaca nyaring sekarang sedang dibumikan hlo oleh Bu Rosie Setiawan dan para pegiat read Aloud yang tergabung dalam komunitas Read Aloud Yuk (RAY). Alhamdulillah, tergabung di dalamnya menjadi kebahagiaan tersendiri. Balik lagi ya, 

Dijaman yang serba canggih, profesi penulis semakin diburu. Namun, tidak banyak juga yang gugur karena kurang telatennya dalam menulis. Bulan maret lalu, saya hunting festival literasi yang didalamnya membahas detail penulis dan penerbit yang dikemas dalam talkshow.

Intinya, Indonesia butuh penulis kreatif terutama mengenai buku anak usia SD dan Remaja. Bertebaran picture book, orangtua berbondong-bondong membelikan buku buat buah hatinya. Namun lupa, ketika beranjak dewasa tak lagi dilakukan. Anak yang dikira sudah bisa membaca, tak perlu lagi dibacakan cerita. Padahal mereka tetap butuh stimulasi berkesinambungan agar kelak anak tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Baca ulasannya disini : 
Menulis Novel Anak yang Keren 

Menatap Masa Depan Literasi Bacaan Anak

Kenapa Memilih Menulis ?

Awalnya iseng saja sih, tidak pernah menuangkan bisa berteman dengan hobi yang satu ini. Hanya suka mencurahkan isi hati di buku diary, berujung memberanikan diri terlibat dalam kegiatan jurnalistik. Meninggalkan jejak kerinduan dan seakan ingin saya openi passion satu ini disaat saya off mengajar. (Juli, 2019-juni 2021)

Bagiku, menulis adalah hobi yang sangat aman dilakukan oleh seorang perempuan. Dibalik peran sebagai IRT karena sudah kodratnya, dalam kondisi apapun dengan menulis bisa menjadi stress-release ditengah kesibukan menjalani perannya. 

Bisa dilakukan dari rumah namun bisa melihat isi dunia. Sepakat nggak ?

Yaps, karena untuk menjadi penulis profesional aktivitas membaca itu menjadi sebuah kewajiban. 

Membaca adalah nutrisi penting bagi seorang penulis (Erni Ernawati)

Kurang lebih begitu bunyinya, kalimat yang saya kutip dari penulis senior mbak Erni. Ibu hebat beranak empat yang tetap langgeng menekuni dunianya sebagai penulis profesional.

Tips Mudah Bagi Penulis Pemula Biar Tidak Salah Arah

Semoga ulasan receh yang saya kemas dalam tulisan ini berhasil mempengaruhi otakmu. Hhhhe, jangan salahkan saya jika kamu benar-benar jatuh cinta dengan hobi yang satu ini. Wajib dicoba. 

Berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan jika udah mantap menjadi penulis. Tips ini sudah saya praktekkan, dan Alhamdulillah tetap saya perjuangkan ditengah kesibukan saya sebagai momworker dan momblogger. Eh, sebagai ibu dari satu anak juga ding.

1. Ikut Kelas Gratisan

Saya banget ini mah. Suka hunting kelas gratisan takut kehilangan uang berakhir penyesalan. Hhhha. Melas banget ya. 

Banyak banget kok kelas gratis menulis saat ini. Cek di Instagram saja menggunakan hastag. Atau dengan mengikuti media sosial komunitas menulis, penerbit atau media sosial yang sering membagikan tipsenulis. Biasanya mereka akan mengadakan kegiatan secara berkala. Tips menulis dan challenge. 

Coba deh, intip ini : Komunitas Menulis Online (KMO), SIP Publishing, Inspo Creariv, Nulis Aja Community, Nulis Aja Dulu, Flpoke, Nulis Yuk, dll

(Next kalau ada saya bocorin deh ya, insha Allah. Ada yang lupa soalnya .hhhe)

2. Ikut Kelas Berbayar

Sebagai penyeimbang dan pemicu adrenalin, kelas beebayar solusinya. Selain menambah ilmu pastinya, menambah relasi dan sebagai jalan pintas kita bisa menemukan dunia yang sesungguhnya dari kelas berbayar. Intinya, kita belajar punya mentor yang sudah berpengalaman dan punya relasi. 

Namun, tak dapat dipungkiri sih kelas grtaisan pun ada yang dengan suka rela membagikan ilmunya ke peserta. Seperti Blogspedia ini, namun kelas blogging sih. Hhhhe. Mentornya juga seorang penulis juga kok. Sudah menelurkan buku antologi banyak. Sebagai conten creator juga. Kepoin deh blognya. Hhhe

3. Gabung di Komunitas Menulis

Banyak banget komunitas menulis sekarang. Dengan aktif browsing di medsos, ikutan challenge dan kelas-kelas tadi otomatis akan diarahkan untuk gabung kekomunitasnya. Secara banyak banget manfaat yang akan didapatkan. Mulai dari project menulis, dll. 

4. Percaya Diri

Apapun dirimu yang beranjak dari nol dan ingin menjadi penulis profesional, harus tetap percaya diri disegala kondisi. Terus menulis, berlatih dan jangan pernah merasa puas dengan karya yang kita miliki. 

Menjadi penulis harus kreatif, melejitkan ide untuk menarik pembaca agar berlama-lama singgah di artikel kita. Kalau kata mentorku sih,ikut kelas apapun jika ilmunya tidak dipraktekkan akan menjadi butiran debu yang cepat usang. Kata-kata priceles dari me for piawai mbak Prita HW selaku founder the Jannah institute.

Tempat dimana saya belajar menulis pertama kali, dan berhasil menelurkan buku antologi Surfive for live.

5. Aktif dalam Webinar Kepenulisan

Point' yang ini asyik banget. Namun menguji adrenalin juga. Karena saya biasanya umpetan sama nak Andra kalau pas ada webinar via zoom. Mencari cara agar bisa fokus menyimak ulasan saat acara berlangsung

Jurus yang saya pakai biasanya mencatat jadwal acara dan perbanyak doa. Sekaligus mengatur jadwal dan anak harus terpenuhi kebutuhan makan dan bermainnya sebelum acara dimulai. 

Lumayan banget hlo webinar zoom sekarang bertaburan. Dari kepo status komunitas menulis yang kita ikuti, aktif dan fokuslah untuk memanfaatkan peluang. Modal nyimak dan aktif di forum saya lebih dari dua kali mendapat kelas gratisan yang trusted sepanjang hampir dua tahun ini.

Lumayan, bisa menjadi ide menulis, menambah jejaring, menambah ilmu dan menjaga konsistensi menulis. Walau sebenarnya saya menulis disaat suami dana anak tidur. Bisa nulis dalam kondisi tenang dan mepet deadline biasanya. Eits, yang mepet DL ini jangan ditiru ya 😀.

Nah, gimana. Asyik kan tipsnya. Bisa kamu lakukan biar tidak kehilangan arah dan tetap percaya diri untuk terus menulis. Yuk, bongkar habis-habis untuk hidup dari dunia menulis .

Ada juga nih, tips bagi penulis pemula yang bisa teman-teman simak sebagai penguat

Teman-teman boleh dishare juga nih pengalaman menulisnya bagaimana? Kenapa terjun didunia menulis. Atau masih bingung untuk memulai ?, Yuk diskusi di kolom komentar .




Posting Komentar

2 Komentar

  1. Alhamdulillah kalau sudah sehat semua mb Windi. Semoga sehat selalu.

    Bicara menulis memang ada perjuangan sendiri sudah lama pengin ada karya, baru kesampaian 2021 dah ada 1 karya antologi cerpen, masih nunggu 2 lagi antologi cerpen, dan 2 angologi flash fiction.

    Sama iseng-iseng tulis novel di salah satu aplikasi menulis. Mohon doanya ya

    BalasHapus