Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter:Standar Sukses Pendidikan Anak

Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter:Standar Sukses Pendidikan Anak

Daftar Isi

Berbicara terkait indikator keberhasilan pendidikan karakter:standar sukses pendidikan anak, ikut patokan siapa? Ini berkaitan dengan indikator keberhasilan pendidikan karakter yang bakal menjadikan anak kita sebagai manusia yang mencintai Allah, bermanfaat bagi sesama dan kelak impian kita bersama adalah mejadi penghuni surga.

Islam, meskipun pedoman hidup yang dipegang berlandaskan al-quran dan as-sunnah. Keduanya adalah pedoman hidup yang tak lekang oleh waktu. Seberapa abad jamanpun bakal tetap relevan dijadikan sebagai rujukan, pedoman dan acuan dalam melangkah.

Maka, dalam QS. Al-Kahfi Ayat 1 “ Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab Al-Quran kepada hambanya dan tidak menjadikannya bengkok”. Sudah jelas adanya, bahwa berpedoman pada Al-quran dan ketetapan Allah adalah hal yang mutlak. Pasti benar adanya.
indikator keberhasilan pendidikan karakter

Mom, pernahkah berpikir terkait standar sukses pendidikan anak itu seperti apa ? Jangan galau ya, karena sejatinya standar tersebut bukan juga sebuah patokan anak kita bakal sholih/sholihah. Terlebih ke bagaimana cara kita untuk terus beriupaya kuat menjadi teladan yang baik, layak dicontoh dengan tetap bertawakkal kepada Allah.

Mendidik anak ke depan, kita tidak pernah tahu bakal menghadapi tantangan yang bagaimana dan seperti apa? So, selama kita berpijak, bergerak dengan tetap menjaga amanah sebagaimana mestinya, insha allah ketika ada kendala dalam pengasuhan Allah bakal memberikan pertolongan.

Pada artikel ini, saya akan menuliskan kembali apa yang telah saya dapat dari zoominar bersama komunitas Tumbuh Berfitrah. Tentang indikator keberhasilan pendidikan karakter : standar sukses pendidikan anak, itu meliputi apa saja? Simak dan baca sampai selesai ya.

Bagian Dari Pendidikan : Upaya untuk Mengetahui Standar Sukses Pendidikan Anak


QS. Al-Alaq Ayat 1 “ Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan”. Dalam sebuah bingkai bernama pendidikan, Allah telah menyampaikan. Pendidikan adalah sebuah proses pertumbuhan. Yang di dalamnya ada ilmu, iman, pemahaman, penyucian, pengajaran, ajakan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pendidikan yang kita terapkan dalam rumah, seyogyanya mengandung unsur ilmu yang bisa dipahami, mendekatkan diri kepada sang rabbi, meneladani sikap sang Rasul, memberikan pengajaran berupa tindakan-tindakan kebaikan yang bermuara pada kesejahteraan diri dan keluarga pun akan menjadi sebuah hal yang luar biasa tatkala bisa mengajak keluarga lain untuk memahami diri dan peran sebagai proses memperbaiki diri.

Lantas, standar sukses (minimal) pendidikan anak kita itu apa ?

Tidak ada standar minimal yang saklek. Berdasarkan QS. At-Tahrim Ayat 6 “ Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Minimal, standar sukses kita mendidik anak untuk kedepannya ialah menjadikan kita sebagai keluarga yang selalu beriman, menjalankan amal kebaikan, tidak membantah kepada orangtua, bersikap lemah lembut. Isi dalam rumah terdapat kenyamanan dalam berkomunikasi untuk membawa keluarga inti menjadi lebih bahagia dan membawa keberkahan.

Karena seyogyanya, ada standar sukses pendidikan anak yang lebih tinggi lagi

QS Al Furqon Ayat 74

Dan orang-orang yang berkata ,” Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami muttaqiina imaama (pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa). Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan disana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.

Manusia dituntut untuk terus berupaya, karena menjadi orang tua yang baik itu butuh usaha keras dan konsistensi di jalannya. Terlebih bila anak masih dalam periode emas. Ini saya rasakan banget dalam membiasakan hal baik yang berkaitan dengan syariat islam butuh aturan tegas, pembiasaan yang menyenangkan dan bisa diterima sama anak. Contohnya saja dalam membiasakan anak mengaji, sholat, berkata lemah lembut.

Sebagai orangtua harus mencontohkan, secara konsisten dan berulang supaya anak jadi biasa dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal apapun itu hingga pada muaranya nanti anak bakal tumbuh besar membawa habit yang telah ditanamkan dalam keluarga. Menjadi pribadi yang shalih, beriman, menjadi pemimpin yang tawakkal dan menjadi manusia yang bermanfaat dan kelak menjadi penghuni surga.

Bagaimana Cara Mengetahui Keberhasilan Pendidikan Karakter Pada Anak?

Orangtua sholih belum tentu anaknya juga sholih, artinya apa ? dalam proses mendidik anak itu bukan mendadak. Berdoa yang baik-baik dengan diiringi usaha yang kemudian Allah mengabulkan. Usahanya sepanjang waktu mom.

Standar keberhasilan mendidik anak dengan karakter yang kita inginkan tidak bisa kita ketahui hingga surga nanti. Maka proses mendidik anak adalah proses sepanjang masa hingga ajal mendatangi kita. Ketika visi menuju surga, maka keberhasilan kita tidak menjadikan kita sombong dan jumawa, kegagalan kita tidak menjadikan kita nelangsa dan putus asa. (@karinahakman)

Ada suatu kalimat yang menyatakan bahwa “Mendidik anak adalah salah satu cara Allah menjadikan kita semakin dekat dengannya”. Tidak boleh aktivitas kita mendidik anak melalikan hak Allah atas diri kita dan hak kita untuk mendekat kepadanya.

Cukup tertohok dengan kalimat tersebut ditambah penjelasan narasumber yang masha allah membuat diri ini merenung. Bila meraba diri setelah menjadi ibu, menikmati peran ibu, rasa-rasanya ada mindset yang salah dalam hidupku selama ini.

Seringnya, saya menolerir diri. Memberikan keregangan pada diri dalam hal beribadah. Sedikit melonggarkan hak saya dalam beribadah tatkala saya mengalami kesulitan dalam mengkhusyu’kan sholat wajib. Menambah tadarus untuk mengaji, menambah jumlah rakaat dengan sholat shunnah termasuk berhenti menggunakan hangdphone tatkala adzan berkumandang. Astagfirullahaladziim, ternyata peran saya menjadi ibu butuh dievaluasi lagi.

Mbak Karinah Akman, selaku narasumber menyampaikan bahwa tidak boleh bersikap terus-terusan seperti itu. Harus dibenahi dan dievaluasi agar kehidupan menjadi lebih baik. Seharusnya semakin bertambah amanah kita, semakin dekat kehidupan kita kepada Allah sang maha perkasa.

Pendidikan Karakter Yang Kamu Tanamkan, Apakah Sudah Masuk Standar Sukses Dalam Mendidik Anak ?

Mom, semakin kecil kita dihadapan Allah. Sebaik apapun diri kita, berkomitmenlah dalam berjalan. ( melangkah). Tegas penuh pendirian, kokoh iman agar keberhasilan pendidikan yang kita tanamkan senantiasa terjaga. Mendapatkan jawaban terbaik kelak kita dimintai pertanggungjawabannya di akherat nanti.

Bismillah, tak perlu memikirkan hal yang tidak lurusnya bagaimana?. Teruslah berupaya kuat dengan tetap menjaga kekokohan iman bahwa dalam mendidik anak kita harus senantiasa mengajarkan untuk menikmati proses meraih hal-hal berikut :
  1. Taat dan tunduk kepada Allah
  2. Berbakti pada orangtua
  3. Pemimpin dalam kebermanfaatan bagi sesama
  4. Penuntu Ilmu
  5. Produktif dalam amal sholih
  6. Pribadi yang profesional
  7. Akhlak yang mulia
  8. Memiliki izzah, optimis dan tenang dalam hidup
Islam itu paket komplit ya, mengajarkan segala hal secara kaffah. Mengajak umatnya untuk terus belajar dan memaknai setiap ajaran dengan penuh kesempurnaan. Supaya manusianya lebih paham dan tidak setengah-setangah dalam memahami. Al-quran dan as-sunah yang dijadikan pedoman selalu memberi (petunjuk) agar kehidupan lebih berarti.

Sejatinya, mendidik anak itu seperti mendidik diri (orangtua) sendiri. Yang bisa dimulai dari memilih psangan hingga berakhir menjadi orangtua menemui ajal. Dalam fitrahnya, mendidik itu sejak dalam kandungan, berlanjut hingga di masa dua tahun terakhir menyusui, berlanjut diusia emasnya yaitu 3-6 tahun pertama. Berlanjut pada periode 7 tahun pertama untuk mendirikan sholat, 10 tahun pra baligh yang kemudian terus berlanjut sampai anak benar-benar sudah baligh dan bisa tumbuh lebih dewasa hidup bermasyarakat sebagaimana mestinya.

Cara Yang Ditempuh, Upaya Mencapai Indikator Keberhasilan Mendidik Anak Era Masa Kini

Yuk mom, saling mengingatkan dalam kebaikan. Bila kita terus berusaha menjadi orangtua yang baik di mata Allah, saya yakin Allah pasti akan memberikan kemudahan kita dalam melangkah. Pertolingan Allah itu nyata adanya. Tak perlu bersikap sombong, dengan tetap mengupayakan hal-bhal berikut semoga kedamaian dalam hidup kita dapati.
  1. Menjaga kelekatan hati dan keharmonisan keluarga
  2. Membangun keteladanan
  3. Memfasilitasi, membiasakan, mendampingi dan mengenali
  4. Memberikan pengajaran dan pemaknaan
  5. Pelatihan dan konsisten dalam monitoring evaluasi
  6. Menjauhkan diri dari distraksi dan lingkungan yang berdampak negatif
Bahwa menjadi orangtua yang tawakkal adalah proses yang harus terus diupayakan. Menjaga kelekatan hati dan keharmonisan dalam keluarga untuk mendapatkan kenyaman dalam berkomunikasi. Manakala kenyamanan sudah ada, dalam membangun keteladan kepada Anak pasti akan terasa lebih mudah. Mendampingi, menasehati, membiasakan kepada anak yang sama halnya juga membeiasakan pada diri orangtua sendiri. Memberikan pengajaran dan pemaknaan hidup melalui buku, kehidupan nyata dengan sentuhan hati insha allah bakal membekas di hati.

Ikut serta dalam lingkaran komunitas positif untuk membentuk circle membangun, konsisten serta menjauhkan diri dari hal-hal buruk yang menyesatkan diri dan keluarga. Semoga langkah baik kita dimudahkan oleh Allah pemilik semesta. Amiin

Penutup

Indikator keberhasilan pendidikan karakter:standar sukses pendidikan anak diri kita sendirilah yang menentukan. Dengan tetap berpedoman apada al-quran dan as-sunnah, berupaya kuat menjalankan peran pemegang amanah dengan tetap taat dan tawakkal kepada Allah. Manakala ada kerikil yang menghujan, kemudahan dalam melalui bakal kita dapatkan. Teruslah berproses dan memperbaiki diri, karena standar sukses pendidikan anak dengan capaian surga akan kita ketahui sendirinya bila sudah masanya nanti.

indikator keberhasilan pendidikan karakter


Posting Komentar