Kenali Dampak Kecanduan Gadget pada Anak Remaja

9 komentar

DAMPAK KECANDUAN GADGET PADA ANAK REMAJA

Fakta, setiap anak pada hari efektif belajar sekolah, minimal 5 jam mereka menggunakan gadget. Dominan, mereka menggunakan ponsel pintarnya untuk mengakses tiktok, nge-game dan mencari hiburan untuk memenuhi kebutuhan. Tanda kecanduan gadget, salah satunya adalah penggunaan gawai diatas 3 jam. Itu artinya, kamu (sebagai pelajar) wajib baca artikel berikut supaya pengetahuan anda bertambah. Mungkin juga, anda termasuk anak yang kecanduan gadget. So, ketahui dampak kecanduan gadget pada anak remaja ya.

Orang yang kecanduan gadget (gawai) mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami masalah kesehatan akibat terlalu sering menggunakan benda tersebut. Kecanduan gadget bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri leher, sulit beraktivitas, kurang tidur, hingga penyakit tertentu.

Coba kita cek bersama, pernyataan diatas sangat berhubungan dengan kehidupan kita atau tidak?

Tanpa kamu sadari, pengaruh gadget memberikan dampak besar bagi kehidupan. Bila menilik sisi positif, banyak hal yang dapat kita ketahui. Diantaranya, memberikan kemudahan untuk menambah referensi materi yang disampaikan oleh Bapak dan Ibu guru di sekolah. Mengakses info terkini seputar pendidikan, inovasi baru bagi remaja, mempermudah komunikasi antar teman, keluarga bahkan teman lawas (lama).

Tanpa kamu sadari juga, sisi negatif penggunaan gadget bakal menjerumuskan dirimu pada sebuah kerugian besar dalam hidup manakala anda tidak bijak dalam menggunakannya. Contohnya, berlarut-larut dalam memainkan game online, scroll media sosial, nonton video bahkan melihat konten berbau pornografi meski dengan durasi lebih pendek. Tiga detik misalnya.

Bila menjadi sebuah kebiasaan, tidak afdol bila tidak nonton video setiap hari, itu artinya harus ada yang di cek dalam diri anda.

"Orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan di otak yaitu terjadinya penurunan konektivitas fungsional otak antara area parietal lateral dan korteks prefrontal lateral,"

Mengutip pernyataan Siste, membaca literasi yang diterbitkan Kominfo pada terkait kecanduan gadget pada anak, menjelaskan bahwa seseorang yang terlalu banyak mengakses internet yang sama dengan kecanduan gadget akan mengalami penurunan fungsi normal pada area fungsional otak terpenting yang merupakan kunci seseorang dapat berpikir dengan jernih (sesuai akal sehatnya). Dengan maksud, bahwa seseorang yang terlalu berlebihan menggunakan gadget untuk sebatas memenuhi kebutuhan dirinya (mencari hiburan) dia bakal mengalami penurunan kesehatan fisik, termasuk mempengaruhi kondisi psikologis.

Perlu diwaspadai, mengingat kamu sebagai anak remaja pada usia 10-18 tahun ialah mereka yang kerab disebut sebagai generasi rentan kecanduan gadget, harus mulai sadar dan bikin perubahan untuk meminimalir bahaya kecanduan gadget pada diri anda.

Yuk, pahami dampak kecanduan gadget pada anak remaja

Supaya anda lebih percaya, saya akan menunjukkan secara mendetail apa saja dampak kecanduan gadget bagi seseorang. Bila anda scroll di laman pencarian mbah google, bakal mendapati beberapa suguhan literasi dampak kecanduan gadget. Ya kan ?, itu artinya sudah banyak yang menulis dan menyoroti kasus ini.

Maka, sebagai anak remaja, anda wajib paham bab ini. Tahu literasinya, paham isinya dan sanat bagus bila anda juga melakukan beberapa tahapan terbaik agar anda tidak masuk nominasi kecanduan gadget.

1. Rendahnya Kontrol Diri

Seseorang yang sudah kecanduan gadget, otomatis memiliki kontrol diri yang jelek. Mudah tersulur emosi, mudah marah, sensitif bahkan akan bersikap agresif ketika sesuatu yang dihadapi bertentangan dengan dirinya. Saat main game online kalah contohnya, seseorang yang sudah kecanduan gadget bisa membanting ponsel pintarnya karena kalah dalam permainan. Wajar tidak ?

2. Merasa Kesepian

Berdasar laporan20 0an pelajar yang saya tanya ketika masuk kelas mereka mengaku minimal 5 jam dalam sehari wajib berdampingan dengan gadget. Itu artinya, waktu yang mereka habiskan lebih banyak dengan gawainya ketimbang melakukan interaksi dengan teman, keluarga dan orang di sekitar. Pernah kan, mengalami suatu kejadian saat ada teman dalam satu ruang, berdekatan tapi mereka sibuk main gadget sendiri-sendiri ?

Terbiasa sendiri dan menyendiri tidaklah baik. Bila kamu kurang dan sangat kurang melakukan interaksi dengan keluarga atau kerabat, harus di cek nih. Jangan-jangan keluarga kamu kurang harmonis nih ? Atau, bila kamu merasa kesepian karena tidak punya teman, butuh evaluasi diri juga. Harus ada yang diperbaiki dalam statsu pertemanan anda.

3. Sulit Membuat Keputusan, Sulit Konsentrasi dan Susah Fokus

Pegiat literasi menyampaikan, salah satu aktivitas untuk mengasah fokus terbaik adalah dengan membaca. Sayangnya, pelajar masa kini sangat minim daya juangnya untuk memiliki kesukaan membaca. Mereka lebih senang dan bahagia bila harus menonton konten berjam-jam dengan melihat video di media sosial.

Atau menghabiskan waktu hanya untuk ngegame dan ngegame. Sudah jamannya katanya. Dibela-belaian begadang dan tidur malam. Ujung-ujungnya saat di sekolah ngantuk tak tertahankan. Nah lho baik enggak sikap begitu ?

Lantaran demikian, anda juga harus paham bahwa segala sesuatu yang bersifat berlebihan itu tidaklah baik. Terlalu banyak menonton film era masa kini, nonton video, scroll media sosial yang berujung unfaedah secara tidak langsung telah membunuh kualitas otak anda untuk memberikan respon baik dalam mengambil keputusan. Dirimu cenderung tidak memiliki pendirian kuat karena kurangnya pondasi kekuatan diri terutama kontrol diri untuk menyaring hal apapun yang anda tonton.

Fokus itu butuh dilatih. Bila terus berada pada zona nyaman, sering menjadi penikmat konten sensasional dan hanya sebatas hiburan tanpa diimbangi dengan mengakses konten positif, membangun dan turut membentuk kognisi anda, tidaklah wajar untuk terus dibiasakan. Yuk, mulai sekarang berbenah. Tak baik menghabiskan banyak waktu hanya untuk berduaan sama gadget. Benda mati yang sebenarnya punya banyak sisi positif bila kamu dapat menggunakannya dengan bijak dan tepat.

4. Prestasi Menurun

Dampak buruk terlalu banyak menggunakan gadget, anda bakal disibukkan dengan aktivitas dunia maya. Bila menggunakannya untuk belajar dan mendukung aktivitas bekajar dalam mengerjakan tugas misalnya, itu enggak masalah sih. Akan sangat berbahaya bila menggunakan gadget sampai membuat dirimu lupa waktu untuk belajar, ibadah dan melakukan interaksi dengan orang sekitar. Sehingga anda bakal mengalami enurunan prestasi yang drastis.

5. Penurunan Kapasitas Proses Memori

Otak dijejali beragam konten yang sifatnya menghibur. Sampai-sampai membuat dirimu lupa dengan kekuatan diri (inner strenght) pada diri. Potensi baik apa yang seharusnya anda kembangkan. Bukan malah mengikuti trend tanpa kita ketahui manfaat, arti dan tujuannya apa.

Foto gandengan dengan pacar misalnya. Memakai baju kekinian yang kurang sopan, mengikuti gaya potong rambut hingga membuat dirimu lupa bahwa anda adalah seorang pelajar. Bukan artis jempolan yang sudah banyak fansnya.

6. Susah Tidur

Alasan ilmiahnya, bermain gadget sebelum tidur membuat mata bekerja lebih keras dari biasanya. Pancaran blue light (sinar biru) membuat produksi hormon melatonin dalam tubuh menurun sehingga menyebabkan mata tidak merasa ngantuk. Padahal, aslinya mata anda lelah karena berjam-jam menatap layar gadget yang lambat laun menurunkan kualitas kesehatan mata.

7. Gangguan Kesehatan Mata

Sudah sangat jelas bahwa sinar biru pada gadget bisa merusak kesehatan mata. Terlebih saat mengakses gadget pada keadaan lampu redup dan cenderung gelap, jarak terlalu dekat, sambil rebahan, sambil tiduran dan itu dilakukan terus-menerus. Dipastikan kesehatan mata anda bakal lebih dini terjadi gangguan tak diinginkan yang mana setiap respon mata seseorang pasti berbeda. Terlebih bila tak diimbangi dengan memakan makanan sehat. Wis, wassalam deh.

DAMPAK KECANDUAN GADGET PADA ANAK REMAJA

Bagaimana, sudah lebih paham dari sebelumnya bukan? Sekarang, bila anda telah mengetahui dampak kecanduan gadget, apa yang harus kamu lakukan ? 

Yuk, jadilah pelajar yang cerdas, mengikuti trend boleh, asal sadar kondisi dan paham dalam menempatkan. Bijak menggunakan handphone adalah kunci. Dirimu sendirilah yang bakal memberikan perubahan terbaik dalam kesuksesan masa depan anda. Perjalananmu masih panjang. Jangan sia-siakan waktu, tapi manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya.






Referensi Pendukung






Related Posts

9 komentar

  1. Saya ada kasus salah satu santri baru yang mendaftar di pondok pesantren yang kami kelola, beberapa hari di pondok suka teriak-teriak pengen pulang, dikira dia kangen sama orang tuanya, ternyata dia kangen pengen maen HP.. haduh

    Ternyata bener banget, salah satu dampaknya adalah rendahnya kontrol diri pada kasus kecanduan gadget ini, tapi alhamdulillah sekarang anak ini sudah berangsur stabil emosinya dan sudah berdamai untuk tidak memegang HP di pondok pesantren

    BalasHapus
  2. Ngeri ya kalau baca-baca efek kecanduan gadget padahal rasanya sulit sekali memisahkan gadget dari kehidupan anak dan remaja. Bahkan orang dewasa pun banyak kok yang tidak bisa lepas dari gadget

    BalasHapus
  3. kemajuan teknologi tak dapat dipungkiri karena mendukung kehidupan manusia, yang perlu diwaspadai adalah dampak negatif yang muncul dan terjebak di dalamnya, apalagi masih dalam usia produktif, sayang kalau hanya menghabiskan waktu di depan gawai

    BalasHapus
  4. Penggunaan gadget bagus tapi jika berlebihan pemakaiannya bahaya juga ya dampaknya. Sulit sekali di zaman skrng, karena anak remaja tumbuh bersama dengan berkembangnya teknologi. Jadi tantangan sendiri ya. Jangankan remaja, sekarang balita aja udah tahu gadget 🥲

    BalasHapus
  5. Bisa dibilang keberadaan gadget ini paradoks yaa. Membawa peluang sekaligus tantangan. Memang perlu sekali adanya literasi digital bagi anak-anak dan remaja, bahkan orang dewasa.

    BalasHapus
  6. Jangankan remaja, aku juga suka lupa waktu kalau main gadget wkwk. Sebenernya kecanduan ini bisa dihentikan dengan pendisiplinan dsri pihak yg berwenang. Yang memberi gadget kan orang tua, berarti orang tua yang wajib dan punya kewenangan untuk mendisiplinkan. Itu juga pengalamanku yg sempat didisiplinkan oleh suami. Menurutku, itu efektif untuk mengubah perilaku kecanduan

    BalasHapus
  7. Duuuh mba aku jdi kepikiran bsok klo anak2 dah makin gedhe dan harus pegang gadget sndiri, smoga bisa atur waktunya. Meski sedari kecil udah ga dikasih screentime. Soalnya dunia digital saat ini bener2 mengkhawatirkan

    BalasHapus
  8. PR banget emang mba kalau masalah gadget ini. Nggak hanya orang tua di rumah, bahkan guru di sekolah pun setiap hari sekarang tuh wajib kasih edukasi ttg penggunaan gadget agak gk berlebihan

    BalasHapus
  9. sebagai orang tua pinter-pinter ngatur ya mba, jangan sampai berlebihan

    BalasHapus

Posting Komentar